The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

6 Mitos tentang Profesi Guru yang Bikin Orang Takut untuk Mengajar
Ilustrasi guru yang mengajar. (Unsplash)
Fakta Dan Mitos

6 Mitos tentang Profesi Guru yang Bikin Orang Takut untuk Mengajar

Kamis, 25 November 2021 10:29 WIB 25 November 2021, 10:29 WIB

INDOZONE.ID - Mengajar adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia, sebab selain memberikan ilmu kepada orang lain, pekerjaan ini juga menjadi ladang pahala bagi para pelakunya.

Namun, masih banyak yang salah paham soal pekerjaan yang satu ini. Banyak orang tidak memahami dedikasi dan kerja keras yang diperlukan untuk menjadi guru yang baik. Hal ini lantaran dipengaruhi oleh beberapa mitos yang menakutkan bagi para generasi yang berkeinginan menjadi pengajar. Wah mitos apa saja ya?

Baca Juga: Tetap Ngajar Meski Harus Pakai Tangan Kiri, Kisah Guru Ini Bikin Salut

1. Pengajar bekerja dari jam 8 pagi hingga 3 malam

Mitos ini beredar di Amerika Serikat bahwa para pengajar akan kehilangan waktu mereka hanya untuk melakukan pekerjaan. Padahal faktanya melalui survei membandingkan baik dengan jumlah guru waktu di Amerika Serikat menghabiskan bekerja setiap minggu.

Survei mengevaluasi waktu yang dihabiskan di ruang kelas dan waktu yang dihabiskan untuk bekerja di rumah. Menurut survei, para guru bekerja antara 55-63 jam per minggu tergantung pada tingkat yang mereka ajarkan.


2. Guru memiliki bayaran rendah

Rupanya upah guru yang rendah bukan hanya dialami oleh guru tanah air saja ya. Guru di luar negeri juga dikabarkan mendapatkan bayaran yang rendah. Namun faktanya gaji rendah tidak menyurutkan semangat guru untuk membagi ilmu kepada para generasi, lantaran seperti semboyannya "pahlawan tanpa tanda jasa" sehingga mengajar tentu merupakan dedikasinya kepada bangsa. Bravo!

3. Guru tak bisa melakukan hal lain

Banyak ketakutan ketika mereka memutuskan menjadi guru adalah waktu mereka akan dihabiskan untuk mengajar. Padahal jika kamu adalah orang yang cerdas dalam memanajemen waktu, guru adalah pekerjaan yang sangat fleksibel dan mampu melakukan banyak pekerjaan lainnya.

Mitos tentang guru
Dedikasi guru dalam mengajarkan ilmu. (Antara Foto)

4. Guru seperti mengasuh anak orang lain

Mengenai mitos guru yang seperti mengasuh anak orang lain ini menjadi ketakutan bagi mereka yang akan berprofesi sebagai guru. Pasalnya, ketika di sekolah guru akan kerepotan mengurusi tingkah dan perilaku para anak-anak murid. Namun, hal ini tidaklah demikian, karena setiap guru memiliki bagiannya masing-masing untuk mengurusi para siswa yang ada di sekolah.

5. Guru bertanggung jawab atas kepintaran anak

Banyak yang masih berpikir jika guru sangat bertanggung jawab akan kecerdasan sang anak mencerna dan menerapkan pelajaran di kehidupannya. Padahal hal tersebut tidaklah seutuhnya benar, tugas guru ialah memberikan ilmu dan mengajarkan hal-hal yang benar dan dapat dilakukan. Namun saat keluar kelas, guru sudah melimpahkan kepada murid dan orangtuanya apakah ilmu yang diajarkan tadi mampu dicerna dan dipraktikan dalam kehidupan.

6. Guru seperti bukan manusia

Siswa terbiasa melihat guru mereka dalam "mode guru" hari demi hari. Kadang-kadang sulit untuk menganggap guru sebagai orang sungguhan yang tinggal di luar sekolah. Guru sering dipegang dengan standar moral yang lebih tinggi.

Guru diharapkan untuk berperilaku dengan cara tertentu setiap saat. Namun, guru tetaplah manusia yang sangat nyata. Guru punya keluarga. Guru juga memiliki hobi dan minat. Guru adalah manusia yang memiliki kesamaan seperti orang-orang juga.

TAG
Fahrizal Daulay
Abdul Fattah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US