Hikikomori, Fenomena Jepang Bagi Mereka yang Anti Sosial
photo/Ilustrasi/wsj.com/Yuta Onoda
Fakta Dan Mitos

Hikikomori, Fenomena Jepang Bagi Mereka yang Anti Sosial

Kamis, 10 Oktober 2019 18:00 WIB 10 Oktober 2019, 18:00 WIB

INDOZONE.ID - Hikikomori merupakan istilah Jepang untuk fenomena di kalangan remaja atau dewasa yang anti sosial dan lebih suka mengurung diri.

Definisi ini juga menunjuk kepada mereka yang enggan keluar dari rumah dan mengisolasi diri dari masyarakat dengan terus berada di dalam rumah atau kamar. 

Menurut survei di Jepang sendiri jumlah penduduk hikikomori antara 500.000 hingga dua juta orang. Namun fenomena ini tidak hanya terjadi di Jepang namun juga di negara-negara lainnya.

wibu
witness.worldpressphoto.org

Hikikomori jika dipandang dari kacamata sosiologi dianggap sebagai penyakit sosial dan belum dianggap sebagai gangguan kejiwaan.

Fenomena hikikomori di Jepang pun berkaitan dengan kesuksesan seseorang, saat seseorang merasa gagal maka mereka akan merasa kacau dan ini memicu keinginan untuk menutup diri atau bahkan bunuh diri.Dan angka bunuh diri di Jepang dari tahun ke tahun pun semakin melonjak.

Ada banyak faktor sebenarnya yang dapat menghantarkan seseroang pada kondisi ini. Sering menerima bullyan dari orang sekitar, apalagi sampai pada penyiksaan fisik.

no life
warscapes.com

Mendapatkan nilai yang tidak memuaskan atau gagal dalam ujian yang menimbulkan depresi, hilangnya kepercayaan dengan orang-orang sekitar, pengaruh keluarga yang mungkin terlalu memanjakan hingga jarang keluar dan diperparah dengan kemajuan teknologi saat ini.

Mereka yang terkena hikokomori tentu terbantu dengan kehadiran komputer canggih, video game, dan ponsel cerdas yang membuat mereka menemukan dunianya sendiri.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Indozone Media
Indozone Media
Indozone Media

Reka

Writer
Indozone Media

Reka Kumara

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU