The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Waduh, Runtuhnya Lapisan Es di Antartika Disebut Sebagai 'Firasat' Kejadian di Masa Depan
Lapisan es yang runtuh di wilayah terdingin di Antartika (NASA via AP)
Fakta Dan Mitos

Waduh, Runtuhnya Lapisan Es di Antartika Disebut Sebagai 'Firasat' Kejadian di Masa Depan

Minggu, 27 Maret 2022 11:31 WIB 27 Maret 2022, 11:31 WIB

INDOZONE.ID - Baru-baru ini ilmuwan dikejutkan oleh sebuah fenomena runtuhnya lapisan es di wilayah terdingin di Antartika. Ini menjadi peristiwa pertama dalam sejarah runtuhnya lapisan es seukuran New York di wilayah yang secara historis stabil.

Namun seperti yang dilansir Live Science, runtuhnya lapisan es yang berada di wilayah timur Antartika itu bisa sebagai firasat akan hal-hal yang mungkin terjadi di masa yang akan datang, entah itu hal baik atau buruk, demikian kata ilmuwan.

Sejak 1970-an, lapisan es di Antartika memang sudah mulai mengalami penyusutan. Namun runtuhnya lapisan es Conger yang berada di wilayah terdingin merupakan kejadian yang tak diduga-duga.

Diketahui, Antartika dibagi menjadi Antartika Timur dan Barat, dengan Pegunungan Transantartika memisahkan dua bagian.

Di Antartika Barat, es lebih tidak stabil daripada di timur, sehingga es yang mencair dan lapisan es yang runtuh sangat mudah diamati.

Sementara di Antartika Timur merupakan wilayah terdingin dan terkeringi di benua itu, bahkan di planet Bumi sekalipun. Karena itu, runtuhnya lapisan es di wilayah tersebut sangat aneh dan janggal.

lapisan es di antartika runtuh
Lapisan es yang runtuh di Antartika (USNIC)

Dalam laporan AP disebutkan bahwa runtuhnya lapisan es di timur Antartika merupakan kejadian yang pertama dalam sejarah manusia.

Catherine Walker, seorang ilmuwan es di Woods Hole Oceanographic Institute mengatakan lapisan es itu runtuh pada periode 14 - 16 Maret 2022 ketika suhu di wilayah tersebut melonjak tinggi. 

Kejadian itu hanya beberapa hari sebelum stasiun penelitian di dataran tinggi Antartika mencatat suhu 21 derajat Celcius di atas rata-rata. Sebuah kolom panjang uap air yang disebut sungai atmosfer,telah membawa panas dari daerah tropis ke benua es.

Pada saat yang sama, sistem bertekanan tinggi yang disebut "kubah panas" bergerak masuk dan duduk di atas Antartika Timur, memerangkap panas dan kelembapan di sana, demikian laporan The Washington Post.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Nanda
Nanda

Nanda

Writer
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US