The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Studi Temukan Senyawa Pelapisan Jantung Bisa Lindungi Virus COVID-19
Ilustrasi jantung. (photo/Ilustrasi/News Center Main)
Fakta Dan Mitos

Studi Temukan Senyawa Pelapisan Jantung Bisa Lindungi Virus COVID-19

Senin, 21 Juni 2021 15:25 WIB 21 Juni 2021, 15:25 WIB

INDOZONE.ID - Elovanoid, pembawa pesan kimia bioaktif yang terbuat dari asam lemak tidak jenuh ganda omega-3 rantai sangat panjang, dapat memblokir virus penyebab COVID-19 yang memasuki sel serta melindungi sel udara (alveoli) dari paru-paru. 

Temuan penelitian yang dilakukan di Louisiana State University Health New Orleans Neuroscience Center of Excellence telah diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports. Melihat hal itu, Nicolas Bazan selaku penulis senior makalah beri komentarnya.

“Karena senyawa tersebut bersifat protektif terhadap kerusakan di otak dan retina mata serta virus COVID-19 yang jelas merusak paru-paru, eksperimen menguji apakah senyawa tersebut juga akan melindungi paru-paru,” ungkapnya. 

Tim peneliti menguji Elovanoids pada jaringan paru-paru yang terinfeksi dari seorang pria berusia 78 tahun dalam kultur cawan petri. Mereka menemukan bahwa ELV tidak hanya mengurangi kemampuan protein lonjakan SARS-COV-2 untuk ikat reseptor dan memasuki sel, tetapi juga memicu produksi protein pelindung dan anti-inflamasi yang melawan kerusakan paru-paru. 

Para ilmuwan melaporkan bahwa ELVs menurunkan produksi ACE2. ACE2 adalah protein pada permukaan banyak jenis sel. Reseptor ACE2 bertindak seperti kunci pada sel, dan protein lonjakan permukaan banyak jenis sel. Reseptor ACE2 bertindak seperti ku nci pada sel, protein lonjakan permukaan banyak jenis sel. 

"Karena SARS-CoV-2 mempengaruhi mukosa hidung, saluran pencernaan, mata, dan sistem saraf, mengungkap potensi perlindungan ELV memperluas cakupan pengamatan kami di luar paru-paru. Hasil kami memberikan dasar untuk intervensi untuk mengubah risiko penyakit. , perkembangan, dan perlindungan paru-paru dari COVID-19 atau patologi lain (termasuk beberapa jenis pneumonia)," tambah Dr Bazan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US