The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenal Konservasi dan Empat Spesies Fauna Asal Sumatra yang Terancam Punah
Empat spesies langka Sumatra. (Photo/Istimewa)
Fakta Dan Mitos

Mengenal Konservasi dan Empat Spesies Fauna Asal Sumatra yang Terancam Punah

Jumat, 03 Desember 2021 17:05 WIB 03 Desember 2021, 17:05 WIB

INDOZONE.ID - Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, yakni conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.

Disisi lain, berdasarkan ilmu biologi konservasi berarti efisiensi penggunaan, produksi, transmisi, atau distribusi energi yang berakibat pada turunnya konsumsi energi dengan tetap menghasilkan manfaat yang sama.

Konservasi juga telah tercatat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pada Pasal 1 angka 2, pengertian konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwa merupakan Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).

Berbicara tentang konservasi, Indonesia sampai saat ini telah menetapkan 521 kawasan konservasi meliputi total wilayah 27.108.486 ha, termasuk 2: 221 cagar alam (4,08 juta ha); 75 suaka alam (5,03 juta ha); 50 taman nasional (16,34 juta ha); 23 taman hutan raya (0,35 juta ha); 115 taman wisata alam (0,75 juta ha); dan 13 taman buru (0,22 juta ha).

Berbagai macam flora dan fauna juga menjadi salah satu dampak terhadap perubahan lingkungan alam. Tak hanya karena besarnya pengaruh deforestasi sebagai langkah untuk membuka lahan sawit, tapi juga pengaruh lainnya. Untuk itu, kenali 4 spesies langka dan termasuk yang terancam punah di Indonesia.

4. Orangutan Sumatra

Orangutan Sumatra
Orangutan Sumatra. (Photo/PHVA)

Spesies ini memiliki tiga jenis spesies, salah satu yang cukup banyak dikenal adalah orangutan Sumatra. Bulu-bulunya berwarna coklat kemerahan. Jantan dewasa umumnya penyendiri sementara para betina sering dijumpai bersama anaknya di hutan.

Berdasarkan data PHVA Orangutan 2016, saat ini diperkirakan terdapat 71.820 individu orangutan yang tersisa di Pulau Sumatera dan Borneo (Kalimatan, Sabah dan Sarawak) di habitat seluas 18.169.200 hektar.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Manusia Tak Boleh Bersentuhan Langsung dengan Orangutan

3. Gajah Sumatra

Gajah Sumatra
Gajah Sumatra. (Photo/Wikipedia)

Gajah Sumatra sendiri merupakan subspesies dari gajah asia yang hanya berhabitat di Pulau Sumatra. Gajah sumatra berpostur lebih kecil daripada subspesies gajah india. Populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam.

Dari data International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada tahun 2020 menyatakan, saat ini populasi gajah di Indonesia masuk dalam kategori kritis. Menurut data tersebut, saat ini tersisa hanya sekitar 2.400 hingga 2.800 ekor saja.

2. Harimau Sumatra

Harimau Sumatra
Harimau Sumatra. (Photo/Wikipedia)

Harimau Sumatra atau nama ilmiahnya, panthera tigris sondaica merupakan jenis subspesies harimau sunda yang masih bertahan hidup hingga saat ini. Ia termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah dan masuk dalam daftar merah spesies terancam punah yang wajib dilindungi.

Data International Union for Conservation of Nature (IUCN) juga menerangkan bahwa populasi harimau Sumatra sekitar 600 saja yang masih tersisa di Indonesia, dengan statusnya yang terancam punah. Jumlahnya menurun seiring meluasnya perusakan habitat hutan.

1. Badak Sumatra

Badak Sumatra
Badak Sumatra. (Photo/PPID)

Badak Sumatra, juga dikenal sebagai badak berambut atau badak Asia bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis). Badak sendiri merupakan spesies langka dari famili Rhinocerotidae dan termasuk salah satu dari lima spesies badak yang masih lestari.

Berdasarkan data Population and Habitat Viability Analysis (PHVA) tahun 2016, populasi satwa ini diperkirakan kurang dari 100 individu di alam. Selain di Sumatera, satwa ini dapat ditemukan di Kalimantan dalam jumlah yang sangat terbatas.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
M. Rio Fani
JOIN US
JOIN US