The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Peneliti Temukan Efek Negatif dari Kerja Shift pada Pria dan Wanita!
Ilustrasi bekerja. (photo/Ilustrasi/Pexels/Burst)
Fakta Dan Mitos

Peneliti Temukan Efek Negatif dari Kerja Shift pada Pria dan Wanita!

Kamis, 22 April 2021 14:12 WIB 22 April 2021, 14:12 WIB

INDOZONE.ID - Shift kerja dan jadwal kerja yang tidak teratur bisa sebabkan beberapa masalah terkait kesehatan dan memengaruhi pertahanan kita pada infeksi, menurut penelitian terbaru University of Waterloo. Masalah terkait kesehatan ini terjadi dikarenakan jam alami tubuh, yang disebut jam sirkadian, dapat terganggu oleh perubahan jadwal tidur bangun yang tidak konsisten dan pola makan yang sering disebabkan kerja shift. 

Untuk mempelajari hal ini, para peneliti di Waterloo mengembangkan model matematika untuk melihat bagaimana gangguan jam sirkadian mempengaruhi sistem kekebalan dalam melawan penyakit. Melihat hal itu, Anita Layton selaku profesor Matemarika Terapan memberikan komentarnya.

"Karena sistem kekebalan kita dipengaruhi oleh jam sirkadian, kemampuan kita untuk meningkatkan respons kekebalan berubah sepanjang hari," ungkapnya.

"Seberapa besar kemungkinan Anda melawan infeksi yang terjadi di pagi hari daripada di tengah hari? Jawabannya tergantung pada apakah Anda seorang pria atau wanita, dan apakah Anda termasuk di antara seperempat angkatan kerja modern yang memiliki pekerjaan tidak teratur. jadwal," jelasnya. 

Peneliti menciptakan model komputasi baru, secara terpisah untuk pria dan wanita, yang mensimulasikan interaksi antara jam sirkadian dan sistem kekebalan. Model ini terdiri dari gen jaminti, protein terkair, dan mekanisme pengaturan mediator pro dan anti inflamasi. Hasil simulasi komputer ini simpulkan bahwa respon imun bervariasi dengan waktu infeksi. 

Simulasi model menunjukkan bahwa waktu sebelum kita tidur adalah  waktu 'terburuk' untuk terkena infeksi. Itu adalah periode hari ketika tubuh kita paling tidak siap untuk memproduksi mediator pro hingga anti-inflamasi yang dibutuhkan selama infeksi. 

"Kerja shift kemungkinan besar mempengaruhi pria dan wanita secara berbeda," kata Stephanie Abo, seorang kandidat PhD di Departemen Matematika Terapan Waterloo. 

"Dibandingkan dengan wanita, sistem kekebalan pada pria lebih rentan terhadap aktivasi berlebihan, yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya sepsis setelah infeksi pada waktu yang tidak tepat." tutupnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US