The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Anut Budaya Kanibal, Orang-orang Suku Fore di Papua Nugini Sering Mati Gak Wajar
Suku Fore di Papua Nugini. (National Geographic)
Fakta Dan Mitos

Anut Budaya Kanibal, Orang-orang Suku Fore di Papua Nugini Sering Mati Gak Wajar

Selasa, 27 September 2022 00:19 WIB 27 September 2022, 00:19 WIB

INDOZONE.ID - Nama suku Fore di Papua Nugini memang dikenal sebagai salah satu suku di dunia yang menganut budaya kanibal.

Suku ini mungkin jarang mendapat perhatian dari publik luas, namun terdapat misteri yang menimpa suku ini di mana kematian tidak wajar selalu menjadi hal yang kerap terjadi.

Banyak yang menyangka jika budaya kanibal ini membuat kehidupan Suku Fore menjadi tidak sehat dan bahkan membawa bala kepada mereka sendiri.

Baca Juga: Kisah Issei Sagawa, Kanibal yang Setubuhi dan Makan Temannya Sendiri Tapi Bebas dari Hukum

Dikutip dari National Geographic, dalam sebuah penelitian Suku Fore dalam pengamatan didapati bahwa 200 orang per tahun meninggal karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan.

Suku ini menyebutnya dengan mengalami penyakit kuru, yang berarti menggigil atau gemetar. Setelah gejalanya muncul, kematian seolah menghampiri mereka begitu cepat.

Bahkan, dalam beberapa kasus ketika sudah mengalami gejala dan menjelang kematiannya, orang-orang Suku Fore kerap kehilangan emosi mereka sendiri. Ada yang menyebutnya, mereka meninggal karena tertawa yang berlebih.

Kematian tak wajar disebakan oleh budaya kanibal

Akan tetapi, hal yang tak wajar ini diteliti oleh Lindenbaum pada tahun 1961. Ternyata perilaku kanibal lah yang menyebabkan kematian tak wajar orang-orang Suku Fore.

Lindenbaum menemukan jika Suku Fore kerap menganggap bahwa orang yang sudah meninggal akan lebih baik dagingnya dimakan oleh orang-orang yang menyayangi mereka.

Baca Juga: Pembunuh Berantai yang Mengaku Mengupas Wajah Salah Satu Korban karena Cantik

"Di banyak desa, ketika seseorang meninggal, mereka akan dimasak dan dikonsumsi. Itu adalah tindakan nyata dari perasaan cinta dan kesedihan," imbuh Lindenbaum.

Bahkan kronisnya para ibu kerap menjadikan daging manusia sebagai camilan bagi anak-anak mereka yang tengah bermain bersama teman-teman.

Akhirnya, setelah didesak para ahli biologi menemukan gagasan bahwa penyakit aneh dan tak wajar itu berasal dari kebiasaan suku Fore memakan bangkai orang mati.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dewi Kania
Abdul Fattah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US