The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengapa Manusia Masih Percaya Takhayul Meski Tidak Rasional?
Ilustrasi jimat penangkal iblis. (Pixabay/Vijayanarasimha)
Fakta Dan Mitos

Mengapa Manusia Masih Percaya Takhayul Meski Tidak Rasional?

Kamis, 03 Desember 2020 10:15 WIB 03 Desember 2020, 10:15 WIB

INDOZONE.ID - Ada jutaan orang yang hingga hari ini masih berharap pada bintang, masih mengharapkan keberuntungan dari benda-benda unik, masih takut melakukan sesuatu yang mungkin menimpa kesialan. 

Semua hal itu adalah takhayul yang terkadang lebih banyak yang tidak masuk akal untuk kita percayai tapi kita melakukannya seperti  tradisi pribadi atau kebiasaan. 

Takhayul adalah kepercayaan dan praktik yang tampaknya tidak ada penjelasan rasionalnya. 

Ia adalah hasil dari kepercayaan pada bukti superior dan supernatural tertentu bahwa melakukan atau tidak melakukan sesuatu dapat menyebabkan keberuntungan atau kemalangan dalam hidup kita. 

Jadi apa yang membuat kita percaya pada takhayul, meskipun itu tidak rasional?

Alasan pertama adalah rasa takut. Banyak takhayul yang berasal dari ketakutan akan hal yang tidak diketahui. Sehingga takhayul dilihat sebagai upaya manusia untuk mengatasi stres yang terkait dengannya. 

Seperti nelayan yang menghadapi ketidakpastian laut yang berbahaya dengan memercayai sejumlah takhayul. 

Baca Juga: Mengubah Nama Kapal Datangkan Kesialan dan Nasib Buruk, Fakta atau Mitos?

Takhayul menggunakan payung di dalam rumah
Ilustrasi takhayul menggunakan payung di dalam rumah. (Pixabay/IvicaM90)

Alasan kedua adalah takhayul sebagai cara kerja manusia untuk merasa mampu memahami, memprediksi dan mengendalikan lingkungan yang tak pasti di sekitarnya. 

Sebab itu, orang-orang yang lebih banyak menghadapi ketidakpastian, stres, dan kecemasan memiliki peluang lebih tinggi untuk percaya takhayul daripada yang lain.

Alasan ketiga manusia sering mencari persamaan dalam pemahamannya tentang sebab dan akibat. Sejumlah orang percaya mengkonsumsi tanaman umur panjang akan membuat mereka berumur panjang juga. 

Padahal kesamaan antara dua hal tak selalu berarti menjadi penyebab dari hal lainnya. 

Jadi meski hampir semua takhayul tidak rasional namun orang-orang terus melakukannya dengan cara tertentu. Karena terkadang pikiran kita terhadap suatu takhayul telah memvalidasi keyakinan kita akan suatu hal. 

Takhayul memang cukup menarik dan tidak selalu buruk, ia bisa saja baik dalam batas-batas tertentu. 

Seperti, menggunakan pakaian yang kamu anggap 'baju keberuntungan' saat akan wawancara kerja, mungkin saja dapat membuat kamu lebih percaya diri hingga benar-benar berhasil melakukannya. 

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Reka
Reka

Reka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US