The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tolak Swedia Gabung NATO Usai Alquran Dibakar, Erdogan Kutuk Hinaan Bagi Umat Muslim
Aksi politisi sayap kanan Denmark Stram Kurs, Rasmus Paludan membakar salinan Al Quran di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm pada Sabtu (21/1) (Fredrik Sandberg/TT News Agency/via REUTERS)
Fakta Dan Mitos

Tolak Swedia Gabung NATO Usai Alquran Dibakar, Erdogan Kutuk Hinaan Bagi Umat Muslim

Selasa, 24 Januari 2023 20:23 WIB 24 Januari 2023, 20:23 WIB

INDOZONE.ID - Jawaban keras diberikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menolak Swedia bergabung dengan NATO setelah kejadian pembakaran Alquran di luar kedutaan Ankara di Stockholm.

Pernyataan keras dari Erdogan ini semakin menjauhkan Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan fakta pertahanan Barat itu di tengah berkecamuknya perang antara Rusia dengan tetangganya Ukraina.

Swedia yang awalnya tak ingin bergabung dengan NATO kini malah ingin meminta perlindungan dari ancaman Rusia terhadap negara-negara Nordik. 

"Sudah jelas mereka yang membiarkan kejahatan seperti itu terjadi di depan kedutaan kami tidak lagi bisa mengharapkan belas kasih dari kami terkait pengajuan keanggotaan NATO," kata Erdogan dalam sebuah pernyataan seperti yang dilansir Cordova Media, Selasa (24/1/2023).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat hadiri KTT G20 di Bali (16/11/2022). (Antara)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat hadiri KTT G20 di Bali (16/11/2022). (Antara)

Erdogan menilai politisi Rasmus Paluda dari partai sayap kanan Swedia yang bertanggung jawab membakar Alquran di depan kedutaan besar Turki di Swedia sebagai tindakan tercela dan menghina umat Islam.

Terlebih permintaan Turki untuk mengekstradisi puluhan tersangka aktivis Kurdi yang ditutuh sebagai 'terorisme' terlibat dalam upaya kudeta 2016 dinilai gagal. 

"Maaf, kami sudah katakan ini sedari awal. Anda biarkan organisasi teror berkeliaran di jalan-jalan kalian lalu mengharapkan dukungan kami untuk bisa masuk NATO. Itu tidak akan terjadi," kata Erdogan.

"Aksi demo tercela di Swedia merupakan hinaan terutama bagi Muslim dan juga bagi siapapun yang menghargai individu, hak asasi dan kebebasan," katanya lagi.

Erdogan menyebut tindakan pembakaran Alquran di depan kedutaan mereka sebagai ancaman bagi keamanan nasional Turki.

"Kenyataan bahwa serangan yang keji terhadap Alquran dilakukan di depan keduataan Turki membuat ini menjadi isu agama dan nasional bagi kami," ujarnya.

Dikutip dari kantor berita Turki Anadolu, Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs (Garis Keras) membakar mushaf Al Quran atas izin pemerintah dan perlindungan polisi.

Pemerintah Swedia mengizinkan aksi pembakaran Al Quran karena menilai hal itu adalah bagian dari kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Aksi pembakaran itu terjadi selama demonstrasi yang menentang permintaan Turki pekan lalu agar Swedia mengambil langkah tegas melawan PKK (Partai Pekerja Kurdistan) yang dianggap Turki sebagai kelompok teror.

Swedia dan Finlandia secara resmi telah mengajukan diri untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tahun lalu.

Namun, Turki menyatakan keberatan dan menuduh kedua negara itu menoleransi bahkan mendukung kelompok teror, termasuk PKK dan organisasi teroris Fetullah (FETO).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US