The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bangunan Kayu Terluas dan Tertua, Kasino yang Menjadi Panti Asuhan
Panti Asuhan Prinkipo. (wikiwand.com)
Fakta Dan Mitos

Bangunan Kayu Terluas dan Tertua, Kasino yang Menjadi Panti Asuhan

Rabu, 30 Desember 2020 09:06 WIB 30 Desember 2020, 09:06 WIB

INDOZONE.ID - Panti Asuhan Prinkipo selama bertahun-tahun telah menjadi tempat hidup bagi ribuan anak yatim. Sayangnya, bangunan itu sekarang telah ditinggalkan selama lebih dari setengah abad.

Dan seiring berlalunya hari, salah satu bangunan kayu terbesar di Eropa ini semakin mendekati titik keruntuhan.

Bangunan Prinkipo ini dikerjakan oleh seorang arsitek Prancis-Ottoman Alexander Vallaury pada tahun 1898 di akhir Kekaisaran Ottoman. 

Vallaury adalah seorang arsitek eklektik yang tidak takut mengubah pendekatan arsitekturalnya tergantung pada proyeknya. 

Pada bangunan Prinkipo ia mungkin terinspirasi oleh hutan pinus di sekitarnya, sehingga menggunakan kayu. 

Panti Asuhan Prinkipo, Bangunan Kayu Tertua dan Terluas Eropa
Panti Asuhan Prinkipo, Bangunan Kayu Tertua dan Terluas. (Flickr/Andrew)

Terletak di puncak bukit di Buyukada, sebuah pulau di Laut Marmara dekat Istanbul, Turki, bangunan itu dirancang untuk menjadi hotel dan kasino mewah untuk Compagnie Internationale des Wagons-Lits, sebuah perusahaan kereta api yang mengoperasikan Orient Express.

Seluruh bangunan itu dibuat dari kayu yang pada awalnya terlihat mengesankan.

Namun proyek tersebut menemui hambatan besar. Sultan Kekaisaran Ottoman ke-34 Abdul Hamid II adalah orang yang religius. 

Dia tidak akan mengizinkan kasino dibuka. 

Jadi, pada tahun 1903, istri dari seorang bankir Yunani yang kaya membeli gedung itu. 

Segera setelah itu ia menyumbangkan seluruh propertinya kepada Patriarkat Ekumenis Konstantinopel, bagian dari Gereja Ortodoks Timur. 

Mereka yang pada gilirannya mengubah seluruh tempat itu menjadi panti asuhan.

Panti Asuhan Prinkipo, Bangunan Kayu Tertua dan Terluas.
Panti Asuhan Prinkipo, Bangunan Kayu Tertua dan Terluas. (Flickr/Andrew)

Baca Juga: 'Menara Hantu,' Bangunan Terbelangkalai Populer di Thailand

Tempat ini pada puncaknya dikenal sebagai Panti Asuhan Ortodoks Yunani Prinkipo (juga dikenal sebagai Panti Asuhan Rum). 

Panti ini menampung sebanyak 1.000 anak dan menjadi rumah bagi hampir 6.000 anak Yunani selama masa berdirinya. 

Tapi setelah lebih dari 50 tahun sebagai panti asuhan yang berfungsi.

Masalah politik membuat panti asuhan terpaksa di tutup pada tahun 1964. 

Bangunan semakin rusak parah akibat kebakaran pada tahun 1980. 

Minoritas Ortodoks Yunani di Istanbul bertekad untuk merestorasi bangunan tersebut. 

Namun pengumpulan dana sangat terbatas untuk proyek besar dimana bangunan tersebut memiliki enam lantai dengan 220 kamar. 

Bangunan kayu tertua Panti Asuhan Prinkipo telah dimasukkan ke dalam tujuh situs warisan budaya paling terancam punah di Eropa. 
 

TAG
Reka
Reka

Reka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US