The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Cerita di Balik Kode 'Mayday' yang Diucapkan Pilot Saat Pesawat Darurat
Ilustrasi pilot pesawat. (Freepik)
Fakta Dan Mitos

Cerita di Balik Kode 'Mayday' yang Diucapkan Pilot Saat Pesawat Darurat

Senin, 22 Maret 2021 14:15 WIB 22 Maret 2021, 14:15 WIB

INDOZONE.ID - Ketika pesawat dalam kondisi darurat, pilot biasanya akan menyebutkan kata 'mayday' melalui pesawat radio.

Ternyata ada cerita di balik kode 'mayday' yang digunakan pilot tersebut.

Menurut kamus bahasa Inggris Oxford, 'mayday' adalah sinyal radio internasional yang digunakan untuk memberikan informasi keadaan darurat suatu pesawat.

Kisah ini bermula dari seorang petugas radio senior bernama Frederick Stanley Mockford.

Tahun 1923, Frederick yang bertugas di bandara Croydon London, Inggris, ditugaskan untuk mencari kata yang mudah diucapkan oleh pilot.

Nantinya, kata ini digunakan untuk memberikan informasi bahwa keadaan sedang gawat di udara.

Kata yang dicari ini harus mudah dimengerti oleh para petugas di darat.

Sebelumnya, dalam keadaan darurat, orang-orang masih menggunakan kode morse SOS.

Ketika komunikasi lewat radio mulai berkembang, muncul peraturan bahwa harus ada kata-kata pengganti untuk menggambarkan kondisi darurat.

Jika kamu berpikir kenapa tidak menggunakan kata 'help' saja yang artinya tolong, itu karena kata 'help' sudah umum digunakan untuk percakapan sehari-hari.

Hingga akhirnya, ide menggunakan kata mayday ditemukan Frederick Stanley saat sedang mengatur lalu lintas penerbangan antara bandara Croydon dengan bandara Le Bourget Paris, Prancis.

Di tengah-tengah penggunaan bahasa Inggris dan Prancis, muncullah kata 'm'aider'. Dalam bahasa Prancis, kata 'm'aider' artinya tolong aku.

Nah, kata 'm’aider' inilah yang menjadi asal mula kata 'mayday'.

Alhasil, tahun 1948 kata 'mayday' diresmikan sebagai kata resmi saat kondisi pesawat darurat.

Menurut aturan pengucapan, kata 'mayday' juga harus diulang sebanyak 3 kali, oleh pilot.

Tujuan untuk membedakannya dari kata lain dan agar bisa segera dipahami meskipun suara radio sedang berisik.

Apabila kata 'mayday' disalahgunakan, negara seperti Amerika Serikat tidak segan-segan menuntut hingga 6 tahun penjara dan denda senilai 250.000 USD.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Laila Rahmi Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US