The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Timbunan 'Gelas Pelangi' Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Jerman
Tumpukan emas Celtic yang berusia 2000 tahun. (Photo/W. Herkt/Live Science)
Fakta Dan Mitos

Timbunan 'Gelas Pelangi' Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Jerman

Harganya dinilai sangat mahal.

Senin, 17 Januari 2022 02:06 WIB 17 Januari 2022, 02:06 WIB

INDOZONE.ID - Seorang arkeolog sukarelawan telah menemukan simpanan kuno koin Celtic, yang nilainya diperkirakan sangat besar di Brandenburg, sebuah negara bagian di timur laut Jerman.

Sebanyak 41 koin emas dicetak lebih dari 2.000 tahun yang lalu itu merupakan harta emas Celtic pertama yang diketahui di Brandenburg. Harta itu diumumkan Manja Schüle, Menteri Kebudayaan di Brandenburg pada Desember 2021 lalu.


koin emas
(Photo/W. Herkt/Live Science)

Dilansir dari Livescience, Minggu (16/1/2022), koin-koin emas itu melengkung, sebuah fitur yang mengilhami nama Jerman "regenbogenschüsselchen," yang diterjemahkan menjadi "cangkir pelangi."

Sama seperti legenda bahwa ada pot emas di ujung pelangi, "Dalam kepercayaan populer, cangkir pelangi ditemukan di tempat pelangi menyentuh Bumi," kata Marjanko Pileki, seorang ahli numismatis dan asisten peneliti di Kabinet Koin Schloss Friedenstein Gotha Foundation di Jerman, yang mempelajari timbunan emas tersebut.

"Bagian lain dari pengetahuan adalah bahwa cangkir pelangi jatuh langsung dari langit dan dianggap sebagai jimat keberuntungan dan benda dengan efek penyembuhan," tambah Pileki.

emas
(Photo/W. Herkt/Live Science)

Baca juga: Dihantam Tsunami, Mengenal Negara Tonga yang Gunung Api Bawah Lautnya Meletus

Ia juga mengatakan ada kemungkinan petani sering menemukan koin emas kuno di ladang mereka setelah hujan, bebas dari kotoran dan bersinar.


emas
(Photo/W. Herkt/Live Science)

Timbunan itu ditemukan oleh Wolfgang Herkt, seorang arkeolog sukarelawan dari Brandenburg State Heritage Management and Archaeological State Museum (BLDAM), di dekat desa Baitz pada tahun 2017. Setelah Herkt mendapat izin dari pemilik tanah untuk mencari pertanian lokal, dia melihat sesuatu seperti emas dan berkilau.

"Itu mengingatkannya pada tutup botol kecil minuman keras. Namun, itu adalah koin emas Celtic," kata Pileki.

Setelah menemukan 10 koin lagi, Herkt melaporkan penemuan itu ke BLDAM, yang oleh para arkeolognya membuat total timbunan itu menjadi 41 koin.

"Ini adalah penemuan luar biasa yang mungkin hanya Anda lakukan sekali seumur hidup," kata Herkt dalam sebuah pernyataan.

"Senang rasanya dapat berkontribusi pada penelitian sejarah negara dengan temuan seperti itu," tambah dia.

Dengan membandingkan berat dan ukuran koin dengan cangkir pelangi kuno lainnya, Pileki? dapat menentukan tanggal pencetakan timbunan antara 125 SM dan 30 SM, selama akhir Zaman Besi.

Pada saat itu, wilayah inti budaya arkeologi Keltik La Tne (sekitar 450 SM hingga penaklukan Romawi pada abad pertama SM) menduduki wilayah yang sekarang disebut Inggris, Prancis, Belgia, Swiss, Austria, Jerman selatan, dan Republik Ceko, kata Pilekic.

Artikel Menarik Lainnya:

Abul Muamar
M. Rio Fani
JOIN US
JOIN US