The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Studi Temukan Konferensi Video Lebih Melelahkan Jika Tidak Dilakukan dalam Kelompok!
Situasi WFH pada masa pandemi. (photo/Ilustrasi/Pexels/Elle Hughes)
Fakta Dan Mitos

Studi Temukan Konferensi Video Lebih Melelahkan Jika Tidak Dilakukan dalam Kelompok!

Selasa, 20 April 2021 15:00 WIB 20 April 2021, 15:00 WIB

INDOZONE.ID - Konferensi video mungkin tidak terlalu melelahkan jika peserta merasa miliki kelompok. Ini berdasarkan penelitian terbaru yang diterbitkan oleh American Psychological Association. Dikarenakan pekerjaan jarak jauh dan penggunaan konferensi video telah meningkat dramatis saat pandemi COVID-19, lebih banyak orang lelah dikarenakan bertemu lewat layar komputer daripada secara langsung. 

Dalam studi ini, terdapat 55 karyawan di berbagai bidang di Amerika Serikat disurvei mengenai perasaan mereka pada konferensi video. Para peneliti berpikir rapat yang lebih lama dan menonton video akan sebabkan kelelahan paling banyak, tetapi temuan mereka mengejutkan mereka. Melihat hal itu, pemimpian penelitian yaitu Andrew Bennett memberikan komentarnya.

"Kami berharap bahwa aspek-aspek dalam video akan terkait dengan kelelahan, seperti menonton wajah semua orang dengan cermat di layar atau bahkan menonton diri Anda sendiri, tetapi kami tidak menemukan hal ini benar dalam penelitian kami . Rapat yang lebih lama juga tidak memengaruhi kelelahan, " ungkapnya.

"Namun, pentingnya merasakan rasa memiliki atau koneksi dengan grup benar-benar meminimalkan kelelahan setelah konferensi video." jelasnya.

Tim Bennett memutuskan untuk mempelajari kelelahan konferensi video atau 'kelelahan zoom', karena mereka semua merasa lelah usai konferensi video pertama mereka bersama-sama ketika mereka mulai bekerja dari jarak jauh selama hari-hari awal pandemi diterbitkan secara online di Journal of Applied Psychology.

Seorang peserta mengatakan konferensi video "dapat membebani pikiran dan jiwa," sementara yang lain "lelah berada di dalamnya" dan "sangat lelah setelah berada di dalamnya." Hanya 7 persen dari peserta tidak melaporkan tanda-tanda kelelahan konferensi video. Salah seorang peserta memberikan komentarnya.

"Semua orang hanya ingin masuk dan keluar, masuk dan keluar," lapor salah satu peserta. 

"Ada sedikit obrolan sebelum dan sesudah pertemuan seperti di kehidupan nyata." katanya. 

Berdasarkan penemuannya, peneliti pun membuat beberapa rekomendasi untuk bantu kurangi kelelahan videoconference:

1. Mengadakan videoconference di sore hari.

2. Tingkatkan persepsi tentang kepemilikan kelompok, termasuk waktu untuk obrolan ringan sebelum atau setelah pertemuan atau ruang istirahat di mana orang dapat membicarakan minat mereka (olahraga, film, dll.).

3. Tetapkan aturan rapat dasar, seperti apakah akan tetap mengaktifkan webcam atau tidak melakukan pekerjaan lain.

4. Beristirahat dengan mengalihkan pandangan dari layar, berdiri dan berjalan-jalan.

"Kami tahu konferensi video sangat membantu," kata Bennett. 

"Kami mendapatkan lebih banyak informasi emosional dan nonverbal dari mereka, tetapi itu tidak berarti semuanya perlu dilakukan dalam konferensi video. Terkadang panggilan telepon atau email lebih efektif dan efisien." tutupnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US