The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

6 Fakta Mengenai Gereja Setan yang Ada di Indonesia, Anak Muda Selalu Jadi Incaran
Simbol Gereja Setan. (Wikipedia)
Fakta Dan Mitos

6 Fakta Mengenai Gereja Setan yang Ada di Indonesia, Anak Muda Selalu Jadi Incaran

Agak beda dari Satanic lainnya.

Kamis, 21 Oktober 2021 19:32 WIB 21 Oktober 2021, 19:32 WIB

INDOZONE.ID - Gereja Setan adalah sebuah organisasi yang berdedikasi pada penerimaan jasmaniah manusia (Man's carnal self). Pada tahun 1966, LaVeyan Satanisme yang merupakan sebuah filosofi dibalik organisasi itu didirikan oleh Anton LaVey dan terkodifikasi dalam The Satanic Bible pada tahun 1969.

Gereja Setan pertama kali didirikan di San Fransisco, California, pada malam Walpurgis 30 April 1966 oleh Anton Szandor LaVey. Anton LaVey menjadi Pendeta Tinggi gereja tersebut hingga kematiannya pada tahun 1997.

Pada tahun 1950-an, Anton LaVey membentuk sebuah kelompok yang dinamakan The Order of the Trapezoid, yang kemudian berubah menjadi badan pengurus Gereja Setan.

Di Indonesia sendiri, Gereja Setan ternyata sudah banyak tersebar di beberapa wilayah. Hal ini pernah diungkapkan oleh komedian Mongol saat tampil di podcastnya Deddy Corbuzier.

Baca Juga: Peristiwa 30 April: Berdirinya Gereja Setan dan Percobaan Pembunuhan Ratu Belanda

Dalam podcast tersebut, Mongol menceritakan tentang kehidupannya yang pernah menjadi jenderal besar Gereja Setan di wilayah Asia.

Nah, berbicara mengenai Gereja Setan, terdapat fakta-fakta yang menarik mengenai kepercayaan yang aneh ini. Apa saja ya?

1. Merekrut orang dengan bayaran

Dalam mengumpulkan orang-orang untuk bergabung ke dalam Gereja Setan, organisasi yang cukup gila ini menawarkan imbalan yang cukup menarik yaitu jumlah uang yang cukup besar.

Informasi yang dibagikan oleh Mongol, jika seseorang mampu mengajak satu anggota ke dalam organisasi ini ia akan mendapatkan imbalan sebesar Rp500 Ribu dalam sekali ritual.

2. Anak muda menjadi sasaran

Gereja Setan menargetkan anak-anak muda yang masih labil untuk menjadi pengikutnya. Hal ini lantaran anak-anak muda ini sangat mudah untuk diberikan sugesti sehingga mampu menjadi pengikut dari aliran sesat ini.

3. Bukan menyembah setan

Jika kamu pikir Gereja Setan menyembah setan, maka mereka akan tertawa mendengarnya. Sebab mereka juga tahu jika setan tidak pantas disembah.

Melainkan Gereja Setan memiliki tujuan untuk mendustakan dan menghujat adanya Tuhan di dunia ini. Sehingga mampu menciptakan propaganda yang menimbulkan konflik antar umat beragama.

4. Bekerja sama dengan situs porno

Salah satu bentuk penghujatan Gereja Setan kepada Tuhan ialah dengan adanya pembuatan dan penyebaran film porno di situs-situs tertenu.

Hal ini merupakan sebuah bentuk Gereja Setan dalam merusak anak-anak muda dan orang-orang yang melihat tayangan film porno tersebut. Sebab, Gereja Setan akan mendapatkan profit sebesar 28.17% dari insudtri situs porno.

5. Memiliki ritual seks khusus

Gereja Setan memiliki ritual seks yang disebut juga dengan Santap Kasih Bersama. Ritual ini merupakan pesta seks yang dilakukan oleh anggota Gereja Setan sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Yang parahnya lagi, pimpinan Gereja Setan berhak memilih untuk berhubungan seks dengan siapa pada saat ritual, baik laki-laki maupun perempuan.

6. Tidak ada pengorbanan manusia

Jika pada umumnya satanic memakan korban yakni manusia, maka Gereja Setan tidak demikian. Gereja Setan masih menghargai para pengikutnya apabila tidak ingin mengikuti mereka lagi.

Namun, terdapat ritual di dalam organisasi sesat ini berupa pengorbanan jasad bayi yang telah meninggal. Terutama bayi korban hasil aborsi.

Untuk memenuhi ritual ini, biasanya Gereja Setan akan bekerjasama dengan para klinik aborsi yang menyediakan calon jasad bayi aborsi tersebut.

TAG
M Fadli
Abdul Fattah
M Fadli

M Fadli

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US