The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Peristiwa 6 Januari: Sir Thomas Stamford Raffles Mendirikan Kota Singapura 203 Tahun Lalu
Ilustrasi Pelabuhan Victoria pada awal abad 19 di Singapura. (Wikipedia).
Fakta Dan Mitos

Peristiwa 6 Januari: Sir Thomas Stamford Raffles Mendirikan Kota Singapura 203 Tahun Lalu

Sudah 2 abad lebih.

Minggu, 06 Februari 2022 13:38 WIB 06 Februari 2022, 13:38 WIB

INDOZONE.ID - Berbagai peristiwa penting pernah terjadi di tanggal 6 Februari yang jatuh hari ini. Salah satunya adalah hari bersejarah saat Sir Thomas Stamford Raffles  mendirikan kota Singapura pada 203 tahun yang lalu. 

Saat ini, Singapura dikenal sebagai sebuah negara pulau di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer (85 mi) di utara khatulistiwa di Asia Tenggara. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan. 

Asal usul nama Singapura, jauh sebelum Raffles berkunjung.

Patung Sang Nila Utama. (Wikipedia).
Patung Sang Nila Utama. (Wikipedia).

Nama Singapura berasal dari bahasa Melayu yang berarti "Kota Singa". Mengutip Wikipedia, seorang pangeran Sriwijaya dari Palembang dan merupakan pendiri Kerajaan Singapura pada 1299 silam sempat melihat binatang yang mengaum yang kemudian ia sebut Singa. 

Kendati seperti itu namanya, studi sejarah membuktikan bahwa singa kemungkinan tidak pernah ada di pulau itu. Namun makhluk yang dilihat oleh Sang Nila Utama kemungkinan bukanlah singa, bisa jadi seekor harimau.

Sir Thomas Stamford mengunjungi Asia Tenggara.

Sir Thomas Stamford mengunjungi Asia Tenggara
Sir Thomas Stamford mengunjungi Asia Tenggara. (Wikipedia).

Sir Thomas Stamford Bingley Raffles FRS adalah seorang negarawan Inggris yang melancong ke Asia Tenggara. Raffles sangat terlibat dalam perebutan pulau Jawa di Indonesia dari Belanda selama Perang Napoleon, dan menjalankan operasi sehari-hari di Singapura. 

Pada 28 Januari 1819, Thomas Stamford Raffles mendarat di pulau utama di Singapura. Ia ditugaskan oleh Perusahaan Dagang Hindia Timur Britania (East Indian Company, EIC) untuk mencari lokasi strategis untuk membangun pelabuhan di mulut Selat Malaka, menandingi dominasi Belanda, yang saat itu sedang melemah seiring bertubi-tubinya pergantian kekuasaan sejak bangkrutnya VOC, pendudukan Prancis hingga berdirinya Kerajaan Belanda.

Baca Juga: 4 Orang Terkenal yang Menjadi Pahlawan di Perang Dunia, Termasuk Ratu Elizabeth II

Perseteruan Kesultanan Johor.

Di pulau tersebut, ia menjumpai sebuah kampung suku Melayu dipimpin Tumenggung Abdu'r Rahman, yang merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Johor, yang saat itu sedang ada konflik perebutan kekuasaan antara Sultan Johor Abdul Rahman dengan kakak tirinya, Tengku Hussein Shah (Tengku Long) yang hidup di pengasingan di Kepulauan Riau. 

Melihat peluang bagus, baik sebagai pos dagang strategis untuk kawasan Asia Tenggara, maupun kesempatan untuk memperoleh dukungan dari penguasa setempat, Raffles membujuk Tumenggung Abdu'r Rahman untuk menyelundupkan Tengku Hussein ke Singapura, dan membantunya merebut haknya atas tahta Kesultanan Johor. 

Imbalan untuk Raffles, mendirikan kota Singapura.

Sir Thomas Stamford mengunjungi Asia Tenggara. (Wikipedia).
Patung Sir Thomas Stamford Raffles di Singapura. (Wikipedia).

Setelah bertemu Tengku Hussein, Raffles pun membuat kesepakatan bahwa Inggris, dalam hal ini EIC, bersedia membantu Tengku Hussein merebut tahta dan memberikan tunjangan tahunan dengan imbalan diberikan hak khusus untuk membangun pos dagang dan pelabuhan di bagian selatan pulau Temasek di sisi timur Sungai Singapura sekarang. 

Kesepatan tersebut ditandatangani pada tanggal 6 Februari 1819. Setelah penadatanganan kesepakatan ini, Raffles pun memproklamirkan nama baru untuk bandar yang akan ia dirikan, yaitu Singapura.

Singapura berkembang pasca Raffles pulang ke negaranya.

Singapura zaman now. (Wikipedia).
Singapura zaman now. (Wikipedia).

Hari itu kemudian diperingati sebagai hari jadi Singapura modern. Kekuasaan atas pulau itu pun kemudian dialihkan kepada Perusahaan Hindia Timur Britania. 

Akhirnya pada tahun 1823, Raffles selamanya kembali ke Inggris dan kota Singapura telah siap untuk berkembang menjadi pelabuhan terbesar di dunia. Kota ini terus berkembang sebagai pusat perdagangan dengan pajak rendah.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Editor
JOIN US
JOIN US