The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenang Sidney Poitier, Pria Kulit Hitam Pertama yang Memenangkan Piala Oscars
Presiden Barack Obama menyerahkan "Presidential Medal of Freedom" kepada Sidney Poitier, di Gedung Putih di Washington pada 12 Agustus 2009. (Photo/UPI/Kevin Dietsch/Veterans Advantage)
Fakta Dan Mitos

Mengenang Sidney Poitier, Pria Kulit Hitam Pertama yang Memenangkan Piala Oscars

Minggu, 16 Januari 2022 23:07 WIB 16 Januari 2022, 23:07 WIB

INDOZONE.ID - Sidney Poitier menjadi seorang pria sekaligus aktor yang melawan rasisme terhadap pandangan seorang yang berkulit hitam. Ia menerobos stigma itu melalui penghargaan sebagai aktor terbaik Oscar untuk perannya dalam "Lilies of the Field".

Sejak saat itu, ia mengilhami satu generasi selama gerakan hak-hak sipil dan meninggal pada usia 94 tahun. Bahkan, pada kepergiannya, Perdana Menteri Bahama Philip Davis merasa sangat sedih dan mengucapkan belasungkawa.

Menciptakan warisan

Sidney Poitier
Sidney Poitier memenangkan piala Oscar sebagai aktor terbaik. (Photo/People)

Dilansir dari Reuters, Minggu (16/1/2022) tetapi kepergian Poitier tidak hanya sebatas pergi. Ia menciptakan warisan film yang luar biasa dalam satu tahun dengan tiga film 1967 pada saat segregasi berlaku di sebagian besar Amerika Serikat.

Melalui film "Guess Who's Coming to Dinner" dia perperan sebagai pria kulit hitam dengan tunangan wanita kulit putih. Kemudian pada film "In the Heat of the Night" dia menjadi seorang petugas polisi kulit hitam yang menghadapi rasisme selama penyelidikan pembunuhan.

Setelah itu, pada film "To Sir, With Love" dia juga berperan sebagai guru di sekolah London yang keras tahun. Film-film itu membawa Poitier dengan penghargaan Oscar sebagai aktor terbaik dalam sejarah pada tahun 1963.

Baca juga: Benarkah Sosok Robin Hood Ada di Dunia Nyata atau Hanya Sekadar Tokoh Fiktif Belaka?

Film klasik lainnya pada era itu termasuk "A Patch of Blue" pada tahun 1965 di mana karakternya berteman dengan seorang gadis kulit putih buta.

Berjuang melawan kemiskinan dan rasisme

Sidney Poitier
Sidney Poitier. (Photo/People)

Poitier lahir di Miami pada 20 Februari 1927 dan dibesarkan di sebuah perkebunan tomat di Bahama, dan hanya memiliki satu tahun sekolah formal.

Dia berjuang melawan kemiskinan, buta huruf dan prasangka untuk menjadi salah satu aktor kulit hitam pertama yang dikenal dan diterima dalam peran utama oleh khalayak arus utama.

Poitier memilih perannya dengan hati-hati, mengubur gagasan lama Hollywood bahwa aktor kulit hitam hanya dapat muncul dalam konteks yang merendahkan sebagai anak penyemir sepatu, kondektur kereta, dan pelayan.

Sebagai sutradara, Poitier bekerja dengan temannya Harry Belafonte dan Bill Cosby dalam film "Uptown Saturday Night" pada tahun 1974 dan Richard Pryor dan Gene Wilder dalam "Stir Crazy" tahun 1980.

Poitier dianugerahi gelar bangsawan oleh Ratu Inggris Elizabeth II pada tahun 1974 dan menjabat sebagai duta besar Bahama untuk Jepang dan untuk UNESCO, badan kebudayaan PBB. Dia juga duduk di dewan direksi Walt Disney Co dari 1994 hingga 2003.

Artikel Menarik Lainnya:

Abul Muamar
M. Rio Fani
JOIN US
JOIN US