The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Studi Ungkapkan Anjing Miliki Sikap Interaksi yang Dibawa Sejak Lahir
Anjing. (photo/Pexels/Adrianna Calvo) 
Fakta Dan Mitos

Studi Ungkapkan Anjing Miliki Sikap Interaksi yang Dibawa Sejak Lahir

Jumat, 04 Juni 2021 14:58 WIB 04 Juni 2021, 14:58 WIB

INDOZONE.ID - Siap untuk berinteraksi dengan orang merupakan sesuatu yang dimilik anak anjing sejak lahir. Terdapat penelitian baru tunjukkan bahwa hingga 40% kemampuan anjing muda untuk berkomunikasi dengan kita bersifat genetik, bahkan sebelum pelatihan ataupun ikatan yang terjadi. 

Dengan kata lain, keramahan yang diketahui anak-anak anjing sebagian adalah bawaan sejak lahir, meskipun beberapa memulai lebih baik daripada yang lain, berdasarkan gen mereka. Tim dibalik temuan itu mengatakan penemuan mereka dapat bantu tingkatkan pelatihan untuk anjing penolong di masa depan. 

Penelitian ini melibatkan 375 anak anjing dengan usia rata-rata 8,5 minggu. Anjing itu pun diminta menyelesaikan berbagai tugas standar yang dirancang untuk mengukur respons mereka terhadap interaksi manusia dan kesediaan mereka untuk bekerja sama. Hal ini mendapat komentar dari Emily Bray selaku psikolog hewan. 

"Ini adalah angka yang cukup tinggi, sama seperti perkiraan heritabilitas kecerdasan pada spesies kita sendiri," ungkapnya.

"Semua temuan ini menunjukkan bahwa anjing secara biologis siap untuk berkomunikasi dengan manusia." jelasnya. 

Bray dan rekan-rekannya telah menghabiskan satu dekade bekerja dengan anjing di organisasi anjing layanan Canine Companions di AS, yang memberikan mereka akses ke banyak anak anjing bersama  dengan sejarah pembiakan dan catatan silsilah mereka. 

Memakai data dari pengamatan yang dikumpulkan antara 2017 dan pertengahan 2020, tim bangun model statistik membandingkan genetik dengan faktor lingkungan pada anjing yang mereka uji, sambil mengontrol jenis, jenis kelamin, usia, dan lokasi pemeliharan. 

"Kami menunjukkan bahwa anak anjing akan membalas tatapan sosial manusia dan berhasil menggunakan informasi yang diberikan oleh manusia dalam konteks sosial sejak usia yang sangat muda dan sebelum pengalaman yang luas dengan manusia," kata Bray .

"Misalnya, bahkan sebelum anak-anak anjing meninggalkan teman-temannya untuk hidup satu lawan satu dengan sukarelawan penggalang mereka, kebanyakan dari mereka dapat menemukan makanan tersembunyi dengan mengikuti titik manusia ke lokasi yang ditunjukkan." jelasnya. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US