The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Peneliti Ungkap Gempa Terbesar di Dunia, Sebabkan Tsunami dari Chili sampai Selandia Baru
Ilustrasi reruntuhan akibat gempa (Pixabay)
Fakta Dan Mitos

Peneliti Ungkap Gempa Terbesar di Dunia, Sebabkan Tsunami dari Chili sampai Selandia Baru

Senin, 18 April 2022 13:36 WIB 18 April 2022, 13:36 WIB

INDOZONE.ID - Dari sejumlah gempa besar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini, tidak seberapa jika dibandingkan dengan gempa yang melanda Chili utara pada 3.800 tahun yang lalu.

Peneliti mengungkapkan itu menjadi gempa terbesar dalam sejarah dunia, berkekuatan 9,6 SR yang menyebabkan tsunami dari Chili hingga Selandia Baru sejauh 5.000 mil.

Dilansir Daily Mail, peneliti dari University of Southampton mengatakan bahwa memasuki abad modern, belum ada gempa bumi sebesar itu.

Gempa bumi terjadi ketika dua lempeng tektonik bergesekan dan pecah, dengan retakan yang lebih lama menyebabkan gempa bumi yang lebih besar.

Sebelum sekarang, gempa terbesar yang diketahui dalam sejarah terjadi pada tahun 1960 di Chili Selatan.

"Sudah diperkirakan bahwa tidak mungkin ada peristiwa sebesar itu di utara negara hanya karena Anda tidak bisa mendapatkan retakan yang cukup lama," kata Profesor James Goff, salah satu penulis studi tersebut.

"Tetapi kami sekarang telah menemukan bukti adanya retakan yang panjangnya sekitar seribu kilometer di lepas pantai Gurun Atacama dan itu sangat besar," tambah dia.

Meskipun menjadi salah satu lingkungan terkering di dunia, para peneliti menemukan bukti sedimen laut dan makhluk yang akan hidup di laut sebelum dibuang ke daratan.

"Kami menemukan semua ini sangat tinggi dan jauh ke pedalaman sehingga tidak mungkin badai yang menempatkan mereka di sana," jelas Goff.

Sebaliknya, tim memperkirakan bahwa sedimen laut bisa jadi merupakan hasil dari tsunami besar yang dihasilkan oleh retakan yang sangat besar.

Penggalian situs arkeologi di sepanjang garis pantai, termasuk di Pabellón de Pica, juga menemukan bangunan batu yang telah dihancurkan oleh ombak, dengan banyak tembok yang roboh ke arah laut – kemungkinan akibat arus yang kuat.

"Pekerjaan arkeologi kami menemukan bahwa pergolakan sosial yang besar mengikuti ketika masyarakat pindah ke pedalaman di luar jangkauan tsunami," kata dia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Nanda
M Fadli

M Fadli

Editor
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US