The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ini yang Terjadi Jika Roket SpaceX Menabrak Bulan, Bumi Akan Terkontaminasi Mikroba?
Roket SpaceX Falcon 9 (Wikipedia)
Fakta Dan Mitos

Ini yang Terjadi Jika Roket SpaceX Menabrak Bulan, Bumi Akan Terkontaminasi Mikroba?

Senin, 14 Februari 2022 13:59 WIB 14 Februari 2022, 13:59 WIB

INDOZONE.ID - Kemunculan kawah baru di Bulan sangat jarang bisa diprediksi. Namun pada 4 Maret mendatang, sebuah kawah baru akan terbentuk setelah roket SpaceX Falcon 9 yang terbengkalai akan menabrak satelit terbesar di Tata Surya itu.

Diketahui, roket SpaceX Falcon 9 yang diluncurkan pada 2015 itu membawa Deep Space Climate Observatory (DSCOVR) milik NASA ke posisi 1,5 juta kilometer dari Bumi, menghadap Matahari.

Sejak Februari 2015 lalu, panggung atas yang terlantar sepanjang 14 meter, dengan massa hampir empat ton, telah berada di orbit yang luas di sekitar Bumi. Pergerakannya pun sulit diprediksi, karena dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari serta Bumi.

Namun kini NASA memastikan bahwa roket yang terbengkalai itu akan menabrak Bulan pada 4 Maret dengan kecepatan sekitar 2,6 kilometer per detik.

Dilansir Live Science, Senin (14/2/2022), roket SpaceX yang jatuh itu akan membuat kawah baru berdiameter sekitar 19 meter di Bulan. Perkiraan ini pun telah memicu kemarahan netizen di media sosial karena kelalaian manusia dapat merusak Bulan.

Sebenarnya, sudah pasti lebih ramah lingkungan jika roket terbengkalai akan berakhir di Bulan daripada tersebar melalui atmosfer atas Bumi dalam bentuk partikel oksida logam.

Bulan yang memiliki atmosfer untuk melindunginya dari puing-puing luar angkasa, sehingga dapat mengumpulkan kawah tumbukan yang terjadi secara alami sepanjang waktu.

Lunar Reconnaissance Orbiter telah mencitrakan kawah 19 meter yang terbentuk ketika setengah ton batu asteroid bergerak sekitar sepuluh kali lebih cepat daripada Falcon 9 menghantam permukaan pada Maret 2013.

Selama dekade terakhir, ratusan tumbukan lebih kecil, oleh bongkahan batu. batu seberat setengah kilogram, telah ditemukan oleh proyek pemantauan dampak bulan NASA.

Selain munculnya kawah baru, hal dikhawatirkan ketika roket tersebut menabrak Bulan adalah memicu terjadinya pencemaran di Bulan dengan mikroba hidup atau molekul yang di masa depan dapat disalahartikan sebagai bukti kehidupan sebelumnya di Bulan.

Namun perlu diketahui, roket SpaceX Falcon 9 saat diluncurkan tidak dalam keadaan steril dan juga tidak membawa muatan biologis.

Dan roket tersebut juga sudah tujuh tahun di luar angkasa, jadi sekarang risiko biokontaminasi semakin kecil - tetapi semakin banyak barang yang kita kirim ke Bulan, semakin kita harus berhati-hati dan semakin sulit untuk menegakkan aturan apa pun.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Nanda
M Fadli

M Fadli

Editor
Nanda

Nanda

Writer
JOIN US
JOIN US