The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Studi Ungkapkan Orang Autis Sulit Ekspresikan Emosinya Secara Akurat!
Ilustrasi autisme. (photo/Ilustrasi/Pexels/Olya Kobruseva)
Fakta Dan Mitos

Studi Ungkapkan Orang Autis Sulit Ekspresikan Emosinya Secara Akurat!

Jumat, 04 Juni 2021 15:25 WIB 04 Juni 2021, 15:25 WIB

INDOZONE.ID - Kemampuan orang autis untuk mengidentifikasi ekspresi wajah secara akurat dipengaruhi oleh kecepatan ekspresi dan intensitasnya, menurut penelitian terbaru di University of Birmingham. Secara khusus, orang autis cenderung kurang mampu mengidentifikasi kemarahan secara akurat dari ekspresi wajah yang dihasilkan pada kecepatan 'dunia naya' yang normal.

Peneliti juga temukan bahwa untuk orang dengan gangguan yang terkait, alexithymia, semua ekspresi tampak lebih emosional. Pertanyaan mengenai bagaimana orang dengan autisme mengenali dan hubungan dengan ekspresi emosional telah diperdebatkan para ilmuwan selama lebih dari 3 dekade dan hanya dalam 10 tahun terakhir hubungan antara autisme dan alexithymia telah dieksplorasi. 

Studi yang baru diterbitkan dalam Journal of Autism and Development Disorders, menggunakan teknik baru untuk eksplorasi berbagai dampak autisme dan alexithymia pada kemampuan salah seorang untuk secara akurat mengukur emosi yang ditunjukkan oleh ekspresi wajah yang berbeda. 

"Kami mengidentifikasi bahwa orang autis memiliki kesulitan khusus mengenali kemarahan yang kami mulai berpikir mungkin berhubungan dengan perbedaan cara orang autis dan non- autis menghasilkan ekspresi ini. Jika ini benar, mungkin tidak akurat untuk berbicara. tentang orang autis sebagai memiliki 'kelemahan' atau 'kekurangan' dalam mengenali emosi - lebih dari itu wajah autis dan non-autistik mungkin berbicara dalam bahasa yang berbeda dalam hal menyampaikan emosi." ungkap Connor Keating, penulis utama studi ini.

"Ketika kami melihat seberapa baik peserta dapat mengenali ekspresi marah, kami menemukan bahwa itu pasti ciri-ciri autis yang berkontribusi, tetapi bukan sifat alexithymic,"  jelasnya.

"Itu menunjukkan bahwa mengenali kemarahan adalah kesulitan yang khusus untuk autisme." katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US