The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ilmuwan dalam Studi Terbarunya Mempelajari Sel Kekebalan pada Nyamuk!
Nyamuk. (photo/Ilustrasi/Pexels/Pixabay)
Fakta Dan Mitos

Ilmuwan dalam Studi Terbarunya Mempelajari Sel Kekebalan pada Nyamuk!

Minggu, 29 Agustus 2021 14:27 WIB 29 Agustus 2021, 14:27 WIB

INDOZONE.ID - Seperti yang telah diketahui, ada keterkaitan unik antara nyamuk dan penyebaran suatu macam penyakit. Salah satu contohnya adalah malaria. Seringkali, nyamuk jadi perantara dari benih penyakit malaria. Ia akan terbang membawa benih parasit itu, lalu manakala ia menghisap darah manusia, benih penyakit itu pun ikut serta masuk ke dalam darah manusia. 

Dalam studi terbaru, para ilmuwan telah identifikasi adanya sel kekebalan nyamuk dalam bentuk yang baru, sel itu disebut sebagai hemosit. Sel hemosit inilah yang mempunyai peran bagaimana nyamuk dapat menularkan parasit penyebab malaria kepada manusia. Penyakit malaria disebabkan karena parasit yang disebut Plasmodium. Parasit ini membutuhkan dua inang untuk menyelesaikan siklus hidupnya, yaitu nyamuk Anopheles dan manusia. 

Dalam setiap tahapannya, parasit ini akan mengalami bentuk yang berbeda-beda melibatkan reorganisasi besar-besaran dari sitoskeleton atau kerangka sel. Kerangka sel ini terdiri dari beberapa gerakan flamen, termasuk aktin dan tubulin. Ketika parasit berubah di antara tahap perkembangan, sitoskeleton mengalami penataan ulang radikal yang diulang-ulang. 

“Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa sel kekebalan nyamuk sangat penting untuk kemampuan mereka dalam menularkan penyakit. Dari perspektif itulah, kami belum tahu banyak tentang aspek molekuler seperti apakah sel-sel kekebalan itu.” ungkap Ryan Smith, profesor entomologi di Iowa State Universtity, mengutip Techexplorist.com.

Untuk mendukung penelitian ini, para ilmuwan yang berasal dari Iow State University, menggunakan pengurutan RNA sel tunggal dalam upaya mengungkap karakteristik sel kekebalan nyamuk. Mereka menemukan sel hemosit nyamuk tampilkan kompleksitas yang lebih besar daripada perkiraan sebelumnya. 

Dari hasil studi ini, Smith mempunyai padangan mengenai apa yang bisa dilakukan untuk masa depan. Dia membayangkan bagaimana jika suatu saat nanti akan dapat diproduksi nyamuk yang sudah menjalani proses modifikasi secara genetik agar dapat mengekspresikan sel-sel kekebalannya secara berlebihan, tapi mengurangi kemampuannya dalam menularkan patogen penyebab penyakit.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US