The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ilmuwan Bangun Kotak Hitam Monolit Rekam Hari Kiamat, Yakin Dibuat Tak Bisa Hancur
Kotak hitam monolit dibangun untuk merekam hari kiamat di letak di Pulau Tasmania. (Sumber: Earth’s Black Box)
Fakta Dan Mitos

Ilmuwan Bangun Kotak Hitam Monolit Rekam Hari Kiamat, Yakin Dibuat Tak Bisa Hancur

Kamis, 06 Januari 2022 20:46 WIB 06 Januari 2022, 20:46 WIB

INDOZONE.ID - Para ilmuan sudah mempersiapkan sebuah kotak hitam terbuat dari monolit baja berukuran berukuran 10 meter dibangun di pulau Tasmania untuk merekam apa yang terjadi jika suatu saat akan terjadi kiamat di Bumi.

Fungsi kotak hitam itu untuk merekam jika sewaktu-waktu terjadi kepunahan massal manusia akibat bencana perang nuklir, pandemi atau dari tabrakan meteor yang menghantam bumi.

Terlepas dari kemajuan teknologi, dunia kita tidak akan jadi lebih baik karena kita menyadari bahwa setiap hari membawa kita dekat ke kepunahan peradaban.

Seperti yang dilansir history of yesterday, para ahli menggunakan data untuk memahami apa yang menyebabkan kecelakaan itu.

Orang-orang di balik proyek ini tidak yakin apakah akan ada ahli yang bisa menganalisis kepunahan kita, tetapi setidaknya dibandingkan dengan peradaban kuno sebelumnya, kita akan hidup lebih dari sekadar reruntuhan kota dan patung.

Kotak hitam bumi di Tasmania. (Sumber: Earth’s Black Box)
Kotak hitam bumi di Tasmania. (Sumber: Earth’s Black Box)

"Jelas itu benar-benar konsep yang kuat ketika Anda mengatakan kepada seseorang, 'Bumi punya kotak hitam'. Mereka berpikir, 'Mengapa perlu kotak hitam?'" kata Curtis, yang berkolaborasi dalam proyek dengan University of Peneliti Tasmania seperti yang dilansir abc.net.au.

"Tapi pertama dan terpenting, ini adalah alat."

Menurut para ilmuwan kepunahan massal keenam telah dimulai dan ada banyak makalah akademis yang menyajikan fakta menarik tentang bagaimana dunia perlahan, tetapi pasti akan segera berakhir.

Untuk itu mereka mulai membangun kotak hitam untuk merekam kepunahan kita sendiri jika seseorang atau sesuatu datang dan mengunjungi planet terkutuk ini di masa depan.

Orang-orang mengatakan bahwa kepunahan massal tidak mungkin terjadi, tetapi mereka yang belajar dari sejarah spesies manusia, suatu saat kiamat pasti datang.

Hal yang terpenting dalam sejarah adalah jejak yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita. Jika besok adalah hari terakhir spesies manusia, bukankah ide yang baik untuk meninggalkan jejak keberadaan kita?

Ide inilah yang muncul dari sekelompok orang, mereka telah menganalisis peristiwa-peristiwa sebelumnya di mana keberadaan umat manusia dipertaruhkan.

Mereka yakin bahwa 'hari kiamat' tidak dapat dihindari, tetapi pertanyaannya adalah kapan itu akan terjadi dan bagaimana merekam peristiwa bencana?

Siap untuk Bencana?

Earth's Black Box adalah proyek yang dimulai tahun ini oleh Universitas Tasmania, Celemnger BBDO, dan agensi kreatif Glue Society.

Ilustrasi kotak hitam bumi. (Sumber: Earth’s Black Box)
Ilustrasi kotak hitam bumi. (Sumber: Earth’s Black Box)

Konsep kotak hitam berasal dari teknologi pesawat untuk merekam setiap aspek teknis di dalam pesawat, terutama sebelum terjadi kecelakaan.

Kotak hitam dibuat supaya benda itu tidak dapat dihancurkan dari segala jenis bencana yang akan melanda bumi.

Dalam baja berukuran 10 meter kali 4 meter kali 3 meter ini, monolit merekam ratusan kumpulan data berbeda yang digunakan untuk menganalisis kesehatan planet kita secara keseluruhan.

Kotak hitam dibuat berfungsi untuk selamanya dengan teknologi tercanggih dan panel surya yang didasarkan pada ideologi pemanasan global yang mengakhiri planet ini, harus memiliki sumber energi alam yang konstan untuk merekam "hari kiamat" apa pun.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US