The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bukan Lambang Kesialan, Orang Mesir Kuno Percaya Angka 13 Simbol Pembaruan dan Kebangkitan
Ilustrasi pengambaran kebudayaan Mesir kuno (History & The Arts)
Fakta Dan Mitos

Bukan Lambang Kesialan, Orang Mesir Kuno Percaya Angka 13 Simbol Pembaruan dan Kebangkitan

Rabu, 25 Januari 2023 12:30 WIB 25 Januari 2023, 12:30 WIB

INDOZONE.ID - Bukan rahasia lagi, kalau banyak orang percaya angka 13 membawa sial. Angka ini dianggap keramat apalagi bila jatuh di hari Jumat. 

Tak sedikit pula orang yang menghindari menjadi tamu ketiga belas saat menerima undangan, atau misteri hilangnya angka 13 dalam penomoran lift maupun kamar hotel.

Namun tak seperti orang-orang sekarang, orang Mesir kuno menganggap angka 13 sebagai simbol keberuntungan. Dikutip dari Ancient Origins, orang Mesir kuno menganggap angka 13 sebagai awal yang baru. 

Angka 13 dijadikan simbol perubahan dan transformasi dalam budaya kuno. Angka ini mewakili kelengkapan, kesempurnaan, keseluruhan, dan bahkan tatanan kosmik.

Baca juga: Jadi Mitos Dunia, Mengapa Angka 13 Dianggap sebagai Angka Pembawa Sial?

Konsep awal baru yang diasosiasikan dengan 13 juga lazim dalam Yudaisme. Tidak dianggap sial, 13 dipandang sebagai angka penting yang mewakili awal dan keberuntungan baru.

Bahkan anak-anak Yahudi menjadi dewasa penuh pada usia 13 tahun. Pada usia itu mereka bertanggung jawab untuk mematuhi semua hukum Yahudi (mitzvoth).

Pembawa Keberuntungan

mesir kuno
Pengambaran perjalanan kematian dalam kerpercayaan Mesir kuno (Matthew Laird Acred)

Menurut Kathy Padden, penulis Highlight History, angka 13 dianggap membawa keberuntungan bagi orang Mesir. Sebab dalam mitologi Mesir, jiwa yang meninggal harus melewati 12 gerbang di alam baka.

Setelah melewatinya, seseorang dapat tiba di alam ketiga belas, yaitu Osiris. Alam ini dijaga penguasa alam baka dan Firaun, pada mitos pertama Mesir.

Baca juga: Mitos Jumat Tanggal 13, Konon Hari Terkutuk yang Mengundang Kesialan

Di sini jiwa diadili di hadapan Osiris dan 42 dewa dan hati ditimbang dengan bulu kebenaran. Bagi mereka yang tidak bersalah, maka jiwanya dipersatukan kembali dengan tubuh tubuh.

Mereka akan diberikan kehidupan abadi dan perjalanan ke surga. Di sana mereka akan tinggal bersama para dewa di tanah, di mana ladang tumbuh dalam kelimpahan yang tak ada habisnya. 
 




Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
Fahrizal Daulay
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US