The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Istana Potala, Istana Tertinggi di Dunia dengan 13 Tingkat dan Lebih dari 1000 Kamar
Istana Potala (wikimedia.org/Antoine Taveneaux)
Fakta Dan Mitos

Istana Potala, Istana Tertinggi di Dunia dengan 13 Tingkat dan Lebih dari 1000 Kamar

Sabtu, 08 Agustus 2020 12:00 WIB 08 Agustus 2020, 12:00 WIB

INDOZONE.ID - Istana Potala merupakan istana musim dingin Dalai Lama yang berdiri sejak abad ke-7. Kompleks istana ini dibangun di Gunung Merah di tengah Lembah Lhasa, pada ketinggian 3.700 m 

Istana yang melambangkan Buddhisme Tibet dan peran sentralnya dalam pemerintahan tradisional Tibet ini disebut sebagai istana tertinggi di dunia. 

Istana Potala, istana tertinggi di dunia. (Flickr/AaronBerkovich)
Istana Potala (Flickr/AaronBerkovich)

Bangunan istana tersebut memiliki tiga belas tingkat dengan lebih dari 1.000 kamar, 10.000 tempat pemujaan dan sekitar 200.000 patung

Kompleks ini terdiri dari Istana Putih dan Merah dengan beberapa banguan tambahan. 

Istana Putih berisi aula upacara utama dengan tahta Dalai Lama, dan kamar pribadinya serta aula audiensi yang berada di tingkat paling atas. 

Istana ini berisi 698 lukisan dinding, hampir 10.000 gulungan lukisan, banyak patung, karpet, kanopi, tirai, porselen, batu giok, dan benda-benda indah dari emas dan perak, serta banyak koleksi sutra dan dokumen sejarah penting.

Sementara Istana Merah berisi stupa penguburan berlapis emas dari Dalai Lama di masa lalu. 

Di dalam kompleks ini juga terdapat biara kuil Jokhang yang didirikan oleh rezim pada abad ke-7 untuk mempromosikan agama Budha. 

Bangunannya dibangun dari kayu dan batu dan merupakan contoh yang luar biasa dari gaya Buddha Tibet, dengan pengaruh dari Cina, India, dan Nepal.

Mereka menyimpan lebih dari 3.000 gambar Buddha, dewa dan tokoh sejarah lainnya bersama dengan berbagai harta dan manuskrip lainnya. 

Terdapat pula lukisan mural yang menggambarkan religi dan sejarah yang tergantung menghias dinding.

Istana Potala telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1994.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Reka
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Reka

Reka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US