The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Fakta dan Mitos Seputar Varian Omicron, Benarkah Lebih Berbahaya Dibanding Varian Delta?
Ilustrasi varian omicron, varian terbaru Covid-19. (REUTERS/Dado Ruvic).
Fakta Dan Mitos

Fakta dan Mitos Seputar Varian Omicron, Benarkah Lebih Berbahaya Dibanding Varian Delta?

Deretan penjelasan pakar dunia.

Selasa, 07 Desember 2021 16:08 WIB 07 Desember 2021, 16:08 WIB

INDOZONE.ID - Beredarnya berita simpang siur terkait varian Omicron membuat publik bertanya-tanya. Sebagian merasa cemas dan panik, namun sebagian lagi memilih tak ambil pusing.

Kebanyakan dari publik mempertanyakan seberapa bahayanya varian omicron dan seberapa cepat menularnya bila dibandingkan dengan varian Covid-19 lainnya, termasuk varian delta yang menyerang secara ganas beberapa waktu lalu.

Beberapa pakar pun sudah mulai memberikan tanggapan terkait varian omicron ini. Baik dari dalam negeri, maupun pakar dari negara lain. Mari kita simak di bawah ini.

Varian Omicron lebih berbahaya dibanding Varian Delta: Mitos alias Salah!

Beberapa ahli beranggapan bila varian omicron tidak lebih berbahaya dari varian delta. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban melalui cuitannya.

"Kebanyakan kasusnya adalah ringan, bahkan tanpa gejala. Angka rawat inap dan kematian karena omicron juga rendah," ungkapnya.

Baca Juga: Tak Hanya Gunung Semeru, 3 Gunung Berapi di Indonesia Ini Memiliki Status Siaga Meletus

Hal yang sama juga diungkapkan Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Christian Lindmeier, yang menyebutkan belum ada kasus kematian dari Omicron.

"Kami belum menerima laporan kematian terkait Omicron," kata Lindmeier, seperti dilansir ANTARA.

Varian Omicron lebih cepat menular: Fakta alias benar!

Kendati tidak berbahaya, varian omicron lebih cepat menular. Penyebarannya sangat cepat, semuala dari Afrika yang kini sudah menyebar ke berbagai benua, termasuk negara tetangga Malaysia.

"Varian ini memang dengan cepat menyebar ke seluruh dunia," kata Zubairi Djoerban.

Ilustrasi varian Omicron dan berita yang terlalu diperbesar. (REUTERS/Dado Ruvic).
Ilustrasi varian Omicron dan berita yang terlalu diperbesar. (REUTERS/Dado Ruvic).

Dilansir dari Japan Times, Takaji Wakita, kepala Institut Nasional Penyakit Menular, memperingatkan agar tidak membuat penilaian tergesa-gesa mengenai risiko orang yang terinfeksi varian omicron mengembangkan gejala parah.

Varian omicron pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan, lalu dengan cepat menyebar ke seluruh dunia dan menggantikan varian delta sebagai penyebab utama kasus di Afrika Selatan. Hal ini menunjukkan daya menular yang sangat kuat. 

Imbauan dari para ahli terkait varian Omicron.

Meski tak berbahaya, para ahli tetap meminta semua orang turut waspada. Penyakit yang menular snagat cepat ini dapat menyulitkan siapapun meski gejalanya ringan.

"Tetap pakai masker Anda, waspada, namun jangan panik," pesan Ketua Satgas IDI. 

Selain itu, para psikolog juga mengingatkan agar warga tak perlu panik berlebihan yang akhirnya menimbulkan kecemasan dan overthinking.

"Timbulnya varian Omicron dapat menyebabkan kecemasan dan ketakutan di antara orang-orang," kata Dr Neha Dutt, psikolog konseling, Rumah Sakit Spesialisasi Super Dharamshila Narayana, New Delhi, mengutip dari The Indian Express.

"Setiap transformasi baru yang tidak terduga dalam situasi atau lingkungan membawa beberapa kegelisahan dan memengaruhi pola perilaku kita. Ini mungkin mencerminkan peningkatan stres, lekas marah, substansi penyalahgunaan, masalah kecemasan, pola tidur terganggu dan lainnya,” jelas Dr Rahul Rai Kakkar, konsultan psikiater, Narayana Superspeciality, Hospital, Gurugram.
 

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Editor
JOIN US
JOIN US