The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Asal Usul Nama Bulan 'Ramadhan', Erat Kaitannya dengan Kata 'Panas' dan 'Membakar Dosa'
Ilustrasi Ramadhan (Pexels/Thirdman)
Fakta Dan Mitos

Asal Usul Nama Bulan 'Ramadhan', Erat Kaitannya dengan Kata 'Panas' dan 'Membakar Dosa'

Selasa, 12 April 2022 15:47 WIB 12 April 2022, 15:47 WIB

INDOZONE.ID - Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah. Pada bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya Matahari.

Dalam ajaran Islam, bulan Ramadhan dianggap sebagai bulan yang sangat istimewa. Setiap ibadah yang dilakukan pada bulan ini akan diganjar pahala yang berlipat ganda serta dosa-dosa akan diampuni oleh Allah SWT.

Lalu, mengapa bulan ini dinamakan Ramadhan? Apakah ada hubungannya dengan pahala dan dosa?

Dilansir NU Online, kata Ramadhan sendiri berasal dari kata Ramidla yang berarti panas. Kemudian, para ulama memaknai panas pada kata Ramadhan sebagai membakar atau menghapus dosa-dosa orang yang berpuasa.

Bukan tanpa alasan, hal ini sudah dijelaskan dalam salah satu hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik seperti yang disebutkan dalam kitab Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Muhammad al-Baghdadi alias Imam al-Mawardi.

"Dan sungguh, Anas bin Malik telah meriwayatkan, bahwa Rasulullah saw telah berkata: Sesungguhnya, dinamakan Ramadhan karena karena membakar dosa."

Adapun maksud membakar dosa pada hadist tersebut yakni dengan beribadah puasa, maka akan menghapus atau menghilangkan semua dosa-dosa atas perbuatan yang telah dilakukan.

Imam Sulaiman bin Muhammad bin Umar al-Bujairami al-Mishri dalam kitabnya juga menyebutkan bahwa dinamakan Ramadhan karena bulan tersebut dapat menghilangkan atau menghapuskan dosa-dosa orang yang berpuasa.

"Sesungguhnya, (dinamakan Ramadhan) karena menghilangkan dosa-dosa, atau membakar (dosa-dosa). Dikatakan (menurut satu pendapat), karena hati menerima panasnya nasihat (mauidzah). Dikatakan (pula), dinamakan Ramadhan karena masyarakat terdahulu ketika memberi nama pada bulan-bulan dengan bahasa terdahulu, mereka menamakan bulan dengan musim yang bertepatan pada bulan tersebut, dan Ramadhan bertepatan dengan musim panas.” (Imam Bujairami, Hasiyah al-Bujairami ‘alal Khatib, [Beirut, Darul Fikr: 1995], juz XII, halaman 43)

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Nanda
M Fadli

M Fadli

Editor
Nanda

Nanda

Writer
JOIN US
JOIN US