The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kumuhnya Apartemen di Zaman Romawi Kuno, Penghuni Berbagi Kamar dengan Hewan
Sisa apartemen zaman Romawi kuno ( Getty/Elizabeth Beard)
Fakta Dan Mitos

Kumuhnya Apartemen di Zaman Romawi Kuno, Penghuni Berbagi Kamar dengan Hewan

Ditinggali masyarakat miskin.

Kamis, 27 Oktober 2022 18:00 WIB 27 Oktober 2022, 18:00 WIB

INDOZONE.ID - Tinggal di apartemen zaman Romawi kuno tak melulu nyaman. Bahkan ada kala penghuni harus berbagi kamar dengan hewan ternak.

Dikutip dari Thoughtco, apartemen zaman Romawi kuno kerap mengalami masalah sanitasi, hama hingga bau busuk. Pasalnya kehidupan perumahan Romawi bukanlah hal yang mudah, terutama dengan ubin dan sampah yang berjatuhan dari jendela atas.

Bahkan pada hari-hari awal Romawi, orang-orang tinggal bersama di tempat yang tidak nyaman. Tacitus menulis, kumpulan hewan dari segala jenis bercampur menjadi satu, menyusahkan warga dengan bau busuk yang tidak biasa.

Baca juga: Terhimpit Apartemen, Ada Masjid Unik di Daerah Casablanca, Jaksel: Bikin Betah Ibadah

Para petani berkumpul bersama di apartemen mereka yang berdekatan. Dengan hawa panas dan sesak, sehingga kontak di sana menimbulkan bibit penyakit.

Apartemen Milik Rakyat Miskin

Bangunan apartemen zaman Romawi kuno (khanacademy)
Bangunan apartemen zaman Romawi kuno (khanacademy)

Di zaman Romawi kuno, apartemen ditinggali masyarakat miskin. Bagunnnanya disebut rumah petak insulae.

Bangunan menempati seluruh blok dengan jalan yang mengalir di sekitarnya seperti air di sekitar pulau. Insulae, sering kali terdiri dari enam hingga delapan blok apartemen yang dibangun di sekitar tangga dan halaman tengah.

Apartemen ini menampung pekerja miskin yang tidak mampu membeli domus atau rumah tradisional. Tuan tanah akan menyewakan tempat paling bawah untuk pemilik toko.     

Selanjutnya lantai pertama akan menjadi yang termudah untuk diakses dan harganya pun lebih mahal. Oleh karena itu, biasanya ditempati oleh penyewa terkaya. Sementara mereka yang lebih miskin tinggal di lantai yang lebih tinggi, di kamar kecil yang disebut cellae.

Sialnya, apartemen kuno itu kadang-kadang dibangun dengan sangat serampangan, berkat pengerjaan pondasi dan bahan bangunan yang buruk.

Baca juga: Terinspirasi Film Batman, Apartemen Didesain Serba Hitam di Tengah Kota Manchester

Maka tidak heran jika banyak insulae yang runtuh dan menimpa orang yang kebetulan lewat di bawahnya. Akibatnya, kaisar membatasi seberapa tinggi tuan tanah dapat membangun insulae.

Augustus membatasi ketinggian hingga 21 meter. Akan tetapi setelah Kebakaran Besar Roma pada tahun 64 Masehi, Kaisar Nero menciptakan bentuk baru untuk bangunan kota.

Di depan rumah-rumah dan apartemen, dibangun serambi dengan atap datar yang dapat digunakan untuk menghalangi api. Biaya pembuatan serambi itu diperoleh dari dana pribadi sang kaisar.

 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Anisa Rizwani
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US