The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Biografi Jenderal Ahmad Yani dan Kematiannya Dalam G30S-PKI
Ahmad Yani. (wikipedia.org)
Fakta Dan Mitos

Biografi Jenderal Ahmad Yani dan Kematiannya Dalam G30S-PKI

Kamis, 06 Agustus 2020 14:00 WIB 06 Agustus 2020, 14:00 WIB

INDOZONE.ID - Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani adalah salah satu pahlawan Indonesia yang harus gugur di Lubang Buaya pada peristiwa G30S PKI. 

Ahmad Yani merupakan anggota keluarga Wongsoredjo yang lahir pada 19 Juni 1922 di Jenar Purworejo, Jawa Tengah. Keluarganya bekerja di sebuah pabrik gula yang dijalankan oleh seorang pemilik Belanda. 

Ahmad Yani menjalani wajib militer di tentara Hindia Belanda pada tahun 1940 dan meninggalkan sekolah tingginya untuk itu. 

Di tahun 1943 ia bergabung dengan tentara yang disponsori Jepang Peta atau Pembela Tanah Air dengan pelatihan lebih lanjut di Magelang. 

Yani bergabung dengan tentara Republik dan berjuang melawan Belanda setelah kemerdekaan. 

Hingga pada tanggal 13 November 1963, ia diangkat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat menggantikan posisi Jenderal Nasution. 

Ahmad Yani yang Tewas Dalam G30S PKI

Ahmad Yani adalah seorang anti komunis dan sangat waspada terhadap perkembangan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pada awal 1960-an berkembang cukup pesat. 

Sementara Soekarno yang pada masa itu masih berkuasa cendrung dekat ke PKI. 

Ditambah lagi PKI mendukung pembentukan angkatan kelima, yakni kekuatan selain Angkatan TNI dan Polisi dimana terdiri dari buruh dan tani. 

Yani bersama Nasution berusaha menunda perintah Soekarno untuk membuat rencana angkatan kelima pada tanggal 31 Mei 1965. 

Sampailah pada 1 Oktober 1965, Gerakan 30 September menculik 7 staf umum Angkaran Darat termasuk Ahmad Yani. 

Penculik yang datang ke rumah Yani mengatakan bahwa ia akan dibawa ke hadapan Presiden. Mendengar itu, Yani meminta waktu untuk mandi dan berganti pakaian. 

Permintaan itu jelas ditolak oleh si penculik hingga membuat Yani marah dan mencoba menutup pintu depan rumahnya. 

Saat itulah dengan spontan salah satu penculik melepaskan tembakannya pada Yani hingga ia terbunuh. 

Setelah itu, tubuh Yani di bawa ke Lubang Buaya dan disembunyikan di sebuah sumur tua bersama dengan orang-orang dari Jenderal yang juga terbunuh. 
 
Tubuh Yani dan korban lain baru diangkat pada 4 Oktober dan dikubur di pemakaman kenegaraaan. 

Ahmad Yani bersama rekan-rekannya resmi dinyatakan sebagai Pahlawan dari Revolusi. Pangkatnya dinaikkan setelah kematiannya menjadi Letnan Jenderal Bintang Empat. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zal
Reka
Zal

Zal

Editor
Reka

Reka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US