Bocornya Informasi Penting Menjadi Akhir dari Kejayaan Troya
Ilustrasi akhir kejayaan Troya. (Pinterest/Jaycie Carter)
Fakta Dan Mitos

Bocornya Informasi Penting Menjadi Akhir dari Kejayaan Troya

Penyelinapan dipimpin oleh Odisseus dan Diomedes.

Selasa, 28 Januari 2020 19:20 WIB 28 Januari 2020, 19:20 WIB

INDOZONE.ID - Setelah kematian Akhilles pahlawan terbaik mereka, pasukan Yunani pesimis dalam memenangkan perang karena dinding Troya masih tak tertembus.

Pasukan Yunani pun diberitahu oleh Kalkhas sang Peramal kalau Troya hanya bisa ditaklukkan jika dua syarat telah dipenuhi. Syarat tersebut yaitu Neoptelemos putra Akhilles ikut berperang, dan busur beserta panah milik Pahlawan Herakles semasa hidupnya harus dibawa ke Troya.

Singkat cerita, Odisseus beserta pemimpin pasukan Yunani lainnya berhasil membujuk Neoptelemos dan Filoktetes, pemilik busur dan panah Herakles untuk ikut berperang.

Paris sang Pangeran Troya yang menjadi penyebab utama terjadinya Perang Troya menjadi korban pertama yang terluka. Ia dilukai oleh Filoktetes menggunakan busur dan panah milik Herakles. Luka yang diderita Paris sangat parah karena anak panah Herakles sudah dilumuri dengan darah dari monster Hidra yang beracun. Karena tidak memperoleh pertolongan dengan tepat dan cepat, Paris pun akhirnya tewas.

Kematian Paris pun menjadi pemicu berakhirnya perang karena istrinya, Helene yang dikenal sebagai wanita tercantik di dunia menjadi rebutan kedua saudaranya, Deifobos dan Helenos. Pada akhirnya diputuskan bahwa Deifobos yang menjadi suami baru Helene.

Merasa kecewa, Helenos pun pergi meninggalkan Troya. Namun ternyata, ia ditangkap oleh Odisseus dan ditanyai berbagai informasi mengenai Troya. Helenos mengatakan bahwa Troya tidak akan hancur selama Palladium masih berada di dalam kota. Palladium adalah patung pemujaan untuk Dewi Athena yang merupakan pelindung kota Troya.

Kerajaan Troya
Ilustrasi Kerajaan Troya. (Pinterest/Britni Rillera)

Odisseus dan Diomedes berencana untuk menyelinap ke Troya dan mengambil Palladium tersebut. Menyadari bahwa Troya tidak dapat dikalahkan kecuali mereka mengirim pasukan Yunani ke dalam kota, maka Odisseus memiliki ide untuk berpura-pura menyerah dan pergi meninggalkan Troya, lalu meninggalkan patung kuda kayu yang besar seolah-olah sebagai hadiah dan persembahan. Padahal di dalam patung kuda kayu tersebut bersembunyi sekelompok pasukan elit Yunani.

Singkat cerita, ketika rencana dijalankan dan armada utama kapal pasukan Yunani pergi untuk bersembunyi di balik pulau terdekat, pasukan Troya mengira bahwa Yunani benar-benar menyerah dan membawa masuk patung kuda tersebut ke dalam kota. Setelah berpesta semalaman dan ketika kondisi kota telah sepi, pasukan Yunani yang bersembunyi di dalam patung kuda kayu tersebut menyelinap keluar dan segera membukakan pintu gerbang Troya agar pasukan Yunani yang sudah menunggu di luar dapat segera masuk ke dalam kota.

Karena tidak siap, banyak sekali pasukan Troya yang tumbang pada awal-awal penyerangan. Akibatnya, Kota Troya yang selama sepuluh tahun sulit ditembus pun berhasil dihancurkan setelah beberapa pemimpin Troya berhasil dibunuh. Sebagian pemimpin Troya lainnya berhasil melarikan diri meskipun ada juga yang diampuni dan dikecualikan oleh pasukan Yunani karena mereka sempat menolong pasukan Yunani. Sedangkan nasib para wanita Troya, ada yang dijadikan sebagai budak dan ada pula yang dijadikan selir oleh para pasukan Yunani.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Mauliyana Puspa Adityasari
Dita Rana

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU