The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ibnu Battuta, Penjelajah Islam Terhebat dalam Sejarah
Ilustrasi Ibnu Battuta, penjelajah Islam Maroko. (Wikipedia)
Fakta Dan Mitos

Ibnu Battuta, Penjelajah Islam Terhebat dalam Sejarah

Kamis, 31 Desember 2020 14:00 WIB 31 Desember 2020, 14:00 WIB

INDOZONE.ID - Ibnu Battuta adalah seorang penjelajah Maroko yang ekspedisinya membawanya lebih jauh dari penjelajah lain pada masanya. 

Ibnu Battuta lahir pada tanggal 25 Februari 1304 di Tangier, Maroko. Saat ini, Maroko adalah bagian dari Kerajaan Islam dan Ibnu Battuta dibesarkan dalam keluarga Muslim.

Dia mungkin menghabiskan masa mudanya belajar di sekolah Islam dengan belajar membaca, menulis, sains, matematika, dan hukum Islam.

Dirangkum dari berbagai sumber, Ibnu Battuta memutuskan sudah waktunya untuk berziarah ke kota suci Islam Mekkah pada usia 21 tahun. 

Meski tahu bahwa ini akan menjadi perjalanan yang panjang dan sulit namun ia tetap mengucapkan selamat tinggal pada keluarganya dan berangkat.

Perjalanannya ke Mekah ribuan mil jauhnya. Dalam perjalanannya, dia mengunjungi kota-kota seperti Tunis, Alexandria, Kairo, Damaskus, dan Yerusalem. 

Gambar ilustrasi perjalanan Ibnu Battuta.
Gambar ilustrasi perjalanan Ibnu Battuta. (history.com)

Akhirnya, satu setengah tahun setelah meninggalkan rumah, dia sampai di Mekah dan menyelesaikan haji.

Dalam perjalanan itu ternyata Ibnu Battuta menyadari dirinya menyukai penjelajahan, melihat tempat baru, mengetahui budaya berbeda dan bertemu orang-orang baru. 

Sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. 

Selama 28 tahun ke depan, Ibnu Battuta akan berkeliling dunia. Ia pergi ke Irak dan Persia mengunjungi bagian-bagian Jalan Sutra dan kota-kota seperti Baghdad, Tabriz, dan Mosul.

Lalu melakukan perjalanan di sepanjang pantai timur Afrika menghabiskan waktu di Somalia dan Tanzania.

Selanjutnya ia menuju ke tanah Anatolia (Turki) dan semenanjung Krimea, Konstantinopel dan sampai ke India. 

Setelah beberapa waktu ia melanjutkan perjalanan ke Tiongkok dan tiba di Quanzhou pada tahun 1345. 

Setelah menghabiskan lebih dari setahun di China, Ibn Battuta memutuskan untuk pulang ke Maroko.

Saat hampir sampai di rumah, seorang utusan memberi tahu bahwa orang tuanya telah meninggal ketika dia pergi.

Ia mengurungkan niat untuk pulang dan memilih untuk melanjutkan perjalanannya.

Baca Juga: Suku Hui, Pemeluk Agama Islam Minoritas di China

Dia pergi ke utara ke Andalusia dan kemudian kembali ke selatan ke jantung Afrika untuk mengunjungi Mali dan kota Timbuktu di Afrika yang terkenal.

Akhirnya, perjalanan panjang Ibnu Battuta berakhir kembali ke Maroko sekitar tahun 1354. 

Ibnu Battuta tidak pernah membuat jurnal perjalanan hingga Sultan Maroko, Abu 'Inan meminta sastrawan Ibnu Juzayy untuk menulis pengalaman Ibnu Battuta. 

Cerita yang didiktekan itu menghasilkan sebuah buku yang dikenal dengan 'Rihla' yang berarti perjalanan. 

Meskipun tidak terlalu populer pada masanya, buku tersebut sekarang berdiri sebagai salah satu catatan paling jelas dan luas dari dunia Islam abad ke-14.

Setelah Rihla-nya selesai, Ibnu Batutah menghilang dari catatan sejarah

Dirinya diyakini telah bekerja sebagai hakim di Maroko dan meninggal sekitar tahun 1368, sayangnya hanya sedikit yang diketahui tentang beliau. 

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Reka
Reka

Reka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US