The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Studi Baru Temukan bahwa Panas Ekstrem akan Datang dalam Beberapa Tahun Mendatang!
Protes mengenai perubahan iklim. (photo/Ilustrasi/Pexels/Markus Spiske)
Fakta Dan Mitos

Studi Baru Temukan bahwa Panas Ekstrem akan Datang dalam Beberapa Tahun Mendatang!

Selasa, 27 Juli 2021 14:09 WIB 27 Juli 2021, 14:09 WIB

INDOZONE.ID - Semua negara telah mencatat suhu terpanas mereka dalam 2 tahun terakhir, dan menurut sebuah studi baru, terdapat lebih banyak yang ekstrem seperti itu akan datang. Dimana, dalam 3 dekade berikutnya, gelombang panas "memecahkan rekor" bisa menjadi dua hingga tujuh kali lebih sering di dunia daripada dalam 30 tahun terakhir. Ini diungkapkan oleh para ilmuwan pada sebuah penelitian yang diterbitkan pada 26 Juli di jurnal Nature Climate Change. 

Di luar tahun 2050, jika tren emisi gas rumah kaca saat ini yang dilanjutkan, gelombang panas yang memecahkan rekor seperti itu bisa 3 hingga 21 kali lebih sering. Melihat hal itu, rekan penulis Eric Fischer yang merupakan seorang ahli iklim dan ilmuwan di ETH Zurich memberikan komentarnya. 

"Kami belum melihat sesuatu yang mendekati gelombang panas paling intens di bawah iklim saat ini, apalagi yang kami harapkan dalam beberapa dekade mendatang," ungkapnya. 

"Setiap kali rekor suhu atau curah hujan melampaui apa yang kami alami selama hidup kami, biasanya saat itulah kami tidak siap dan kerusakannya paling besar," jelasnya. 

Bulan lalu di Kanada, gelombang panas telah tewaskan ratusan orang dan mencapai 49,6 derajat Celcius yang menakjubkan di atas rekor negara sebelumnya, yang ditetapkan pada 1937. 

"Kita seharusnya tidak lagi terkejut jika kita melihat rekor dipecahkan dengan margin besar," katanya. 

Jika emisi gas rumah kaca secara agresif dipotong, kemungkinan gelombang panas akan tetap tinggi, tapi kemungkinan melebihi rekor pada akhirnya yang akan menurun seiring waktu.

"Kita harus mengharapkan rekor peristiwa ekstrem akan dipecahkan - tidak hanya dengan margin kecil, tetapi cukup sering dengan yang sangat besar," ungkap lmuwan iklim Rowan Sutton di Pusat Sains Atmosfer Nasional Universitas Reading mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Ini menyoroti tantangan besar untuk meningkatkan kesiapsiagaan, membangun ketahanan dan menyesuaikan masyarakat dengan kondisi yang belum pernah dialami sebelumnya," jelasnya. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US