The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Senoi, Kaum Asli di Malaysia yang Dikenal Sebagai Pemburu dan Memakai Mimpi untuk Bahagia
Suku Senoi. (Photo/Twitter)
Fakta Dan Mitos

Senoi, Kaum Asli di Malaysia yang Dikenal Sebagai Pemburu dan Memakai Mimpi untuk Bahagia

Jumat, 18 Maret 2022 19:07 WIB 18 Maret 2022, 19:07 WIB

INDOZONE.ID - Kaum Senoi merupakan orang Veddoid (kelompok ras yang ada di Indonesia sebelum datangnya bangsa Melayu) yang mendiami lereng Titiwangsa.

Lerang Titiwangsa ini merupakan pedalaman Negeri Perak, Kelantan, dan Pahang yang menjadi salah satu tempat bagi kaum Orang Asli di Malaysia.

Terdapat 6 suku kaum di dalam rumpun bangsa Senoi yaitu Che Wong, Mahmeri, Jah Hut, Semoq Beri, Semai dan Temiar. Senoi juga termasuk dari bagian.

Orang-orang Senoi merupakan orang pemburu dan pengumpul yang dilaporkan menggunakan mimpi untuk memastikan mereka kekal gembira serta sehat dari kesehatan mental.

Laporan kajian lapangan yang dilakukan oleh Kilton Stewart sebelum Perang Dunia II dan diterbitkan pada awal 1950-an.

Dari laporan itu, para psikolgi Charles Tart dan pedagogi George Burr Leonard kemudian menonjolkan gambaran Stewart melalui buku dan pusat rehat Institute Esalen.

Penelitian itu menjelaskan bahwa suku Senoi menggunakan konsep mimpi (lucid dreaming). Lucid dreaming juga dikenal sebagai mimpi sadar - bahwa seseorang sadar ia sedang bermimpi.

Kaum Senoi juga ditemukan di Semenanjung Malaya dalam kelompok kecil di sepanjang dataran pantai Sumatera bagian timur, Indonesia.

Pada awal 1980-an mereka diperkirakan berjumlah sekitar 18.000. Jejak orang seperti itu juga tampak di pulau-pulau bagian timur Indonesia.

Mereka kadang-kadang disebut Sakai, sebuah istilah yang berarti “budak” dalam bahasa Khmer. Bahasa Khmer milik keluarga Mon-Khmer yang merupakan bahasa Austroasiatik.

Selain menanam singkong (ubi kayu) dan padi, mereka juga aktif berburu, memancing, dan mengumpulkan makanan. 

Dalam perburuan mereka menggunakan sumpit dan panah beracun, seperti bahasa Melayu dan Semang yang bertetangga di semenanjung itu. Meskipun terampil dalam keranjang, mereka tidak menenun atau mengerjakan logam.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
M. Rio Fani
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US