The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ketakutan Pemimpin Eropa hingga Meninggalnya Sultan Muhammad al-Fatih
Sultan Muhammad al-Fatih. (quora)
Fakta Dan Mitos

Ketakutan Pemimpin Eropa hingga Meninggalnya Sultan Muhammad al-Fatih

Ini kisahnya.

Jumat, 10 Juli 2020 09:21 WIB 10 Juli 2020, 09:21 WIB

INDOZONE.ID - Mehmed II atau yang lebih dikenal sebagai Sultan Muhammad al-Fatih merupakan pemimpin ketujuh dari Kesultanan Turki Utsmani. Sempat berkuasa sebagai pemimpin sementara saat berusia 12 tahun pada tahun 1444 – 1446, dan kemudian menjadi pemimpin yang sah di usia 21 tahun menggantikan ayahnya pada tahun 1451 – 1481.

Setelah keberhasilan Sultan Muhammad al-Fatih memimpin pasukannya dalam menaklukkan satu kota ke kota lainnya di wilayah Eropa guna melakukan ekspansi Islam, Sultan Muhammad al-Fatih menjadi sosok yang ditakuti oleh para penguasa Kerajaan Eropa dan Pemimpin Gereja Katolik pada masa itu.

Pada tahun 1480, setelah Sultan Muhammad al-Fatih berhasil menaklukkan Otranto yang terletak di Italia, ia langsung mempersiapkan kembali pasukan perangnya dengan jumlah pasukan dan kualitas yang melebihi penaklukan sebelumnya.

Mengetahui pergerakan pasukan Sultan Muhammad al-Fatih yang kembali siap berperang setelah berhasil menaklukkan kota di pinggiran Italia, tentu saja membuat pasukan dan juga penduduk Kristen Eropa panik dan khawatir. Dengan pasukan sebesar itu, sudah dapat dipastikan kalau tujuan penaklukan berikutnya adalah Roma, tempat kekuasaan Kristen Eropa berpusat.

Karena ketakutan dan merasa terancam, Paus Sixtus IV yang merupakan pemimpin tertinggi kaum Kristiani pada waktu itu memutuskan untuk melarikan diri ke Avignon yang terletak di sebelah selatan Prancis. Mengetahui bahwa mereka telah ditinggalkan oleh pemimpin mereka, kaum Kristiani hanya dapat berdoa di gereja dan kapel agar mereka tidak diserang oleh pasukan Sultan Muhammad al-Fatih.

Di tengah perjalanan, ketika pasukan Sultan Muhammad al-Fatih sedang berada di daerah sekitar Uskudar, Sultan Muhammad al-Fatih jatuh sakit. Sultan Muhammad al-Fatih menderita penyakit radang sendi yang memang sudah cukup lama dideritanya semenjak tahun 1470.

Walaupun begitu, Sultan Muhammad al-Fatih memutuskan untuk tetap meneruskan perjalanan bersama pasukannya. Namun sayangnya tak lama kemudian, Sultan Muhammad al-Fatih meninggal dunia pada tanggal 3 Mei 1481 pada usia 49 tahun.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Yulia Marianti
Dita Rana
Dita Rana

Dita Rana

Community Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US