The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kapan Hutan Pertama Muncul di Bumi? Ini Kata Ahli
Ilustrasi hutan. (Pexels/Bart Ros)
Fakta Dan Mitos

Kapan Hutan Pertama Muncul di Bumi? Ini Kata Ahli

Minggu, 03 Juli 2022 15:50 WIB 03 Juli 2022, 15:50 WIB

INDOZONE.ID - Pohon memiliki 'hari ulang tahun' sama seperti makhluk hidup lainnya. Dikutip dari Live Science, meski tanaman pertama kali muncul di darat sekitar 470 juta tahun yang lalu, pohon dan hutan tidak muncul sampai hampir 390 juta tahun yang lalu.

Selama jangka waktu tersebut, kehidupan tanaman secara perlahan mengembangkan prekursor genetik yang diperlukan untuk menghasilkan pohon yang kemudian mengungguli tanaman lain.

Hal tersebut diungkapkan oleh Chris Berry, seorang ahli paleobotani di Universitas Cardiff di Inggris.

Pada tahun 2019 lalu, Berry dan rekannya pernah melaporkan hutan tertua yang pernah tercatat dalam jurnal Current Biology. Hutan tersebut ditemukan di Kairo dan New York.

"Kami tidak melihat fosil pohon, tetapi kami melihat peta persis di mana pohon-pohon itu berdiri. Jadi yang kita pelajari adalah ekologi hutan," ungkap Berry.

Adapun 'beta' yang membantu itu menampilkan Archaeopteris, tanaman purba yang memiliki akar kayu besar dan cabang kayu dengan daun. Seperti pohon modern. Penemuan Archaeopteris paling awal yaitu 20 juta tahun kemudian.

Perkembangan hutan sendiri bergantung pada evolusi pendahulu untuk menentukan sifat pohon.

"Saya pikir pemicunya adalah evolusi, perkembangan anatomi yang memungkinkan percabangan lebih kompleks," kata Berry.

Megaphylls, daun yang umum saat ini dapat tumbuh jauh lebih besar dari daun sebelumnya sehingga bisa menyerap lebih banyak sinar matahari. Mereka pertama kali muncul sekitar 390 juta tahun yang lalu.

Namun, daun tersebut baru menyebar hanya 30 juta tahun kemudian, di akhir Devonian, dikutip dari sebuah studi tahun 2001 di jurnal Nature dan episode EONS PBS 2021.

Penundaan itu terjadi karena kadar karbon diaoksida (CO2) yang tinggi membuat Bumi terlalu panas untuk daun megafil yang besar. Mereka hanya akan menyerap terlalu banyak sinar matahari dan terlalu panas.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Dina
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Dina

Dina

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US