The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Eksperimen VR Rollercoaster Jadi Kunci Ungkapkan Perbedaan Otak Migrain dengan Tidak!
Roller coaster. (photo/Ilustrasi/Pexels/Stas Knop)
Fakta Dan Mitos

Eksperimen VR Rollercoaster Jadi Kunci Ungkapkan Perbedaan Otak Migrain dengan Tidak!

Rabu, 28 Juli 2021 14:06 WIB 28 Juli 2021, 14:06 WIB

INDOZONE.ID - Para ilmuwan telah memakai eksperimen yang tak konvensional untuk mengidentifikasi beberapa perbedaan yang mungkin ada di otak orang yang menderita migrain daripada mereka yang tidak. Ini dilakukan dengan menempatkan mereka pada roller coaster virtual. 

Ternyata, mereka yang mendapatkan migrain cenderung alami lebih banyak mabuk perjalanan dan lebih banyak pusing ketika mereka membayangkan diri mereka berada di roller coaster. Otak mereka juga menunjukkan perbedaan pada aktivitas saraf yang tampaknya berhubungan dengan hal ini. 

Sementara, migrain telah lama dikaitkan mabuk perjalanan dan gejala vestibular lainnya, konflik antara apa yang dikatakan oleh indra kita dan bagaimana perasaan kita. Pendekatan dalam studi roller coaster virtual i ni berarti pemindaian otak fMRI yang terperinci dapat dijalankan ketika sensasi ini sedang berlangsung. Melihat hal itu, ahli saraf Arne May dari Universitas Hamburg di Jerman memberikan komentarnya. 

"Orang dengan migrain sering mengeluh pusing, masalah keseimbangan, dan salah persepsi tentang tempat tubuh mereka di luar angkasa selama migrain," ungkapnya. 

"Dengan mensimulasikan naik roller coaster virtual, penelitian kami menemukan bahwa beberapa masalah ini tidak hanya diperbesar pada orang yang mengalami migrain, tetapi juga terkait dengan perubahan di berbagai area otak." lanjutnya. 

"Dengan mengidentifikasi dan menunjukkan perubahan ini, penelitian kami dapat mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang migrain yang pada gilirannya dapat mengarah pada pengembangan perawatan yang lebih baik." jelasnya. 

Dengan pemindaian fMRI, para peneliti mengamati peningkatan aktivitas di lima area otak pada orang dengan riwayat migrain, termasuk dengan dua bagian pada oksipital gyrus, yang sudah terlibat dalam pemrosesan visual. 

Ini masih menjadi awal untuk penelitian ini, tetapi para peneliti telah bisa membandingkan aktivitas otak pasien migrain dan pasien non-migrain, sementara mereka mengalami gejala yang terkait erat dengan perkembangan dan timbulnya serangan migrain, harus terbukti bermanfaat bagi para ilmuwan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US