The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Berikut Efek Samping Vaksin COVID-19 Moderna yang #KAMUHARUSTAU!
Vaksin COVID-19 Moderna. (photo/REUTERS/KAI PFAFFENBACH)
Fakta Dan Mitos

Berikut Efek Samping Vaksin COVID-19 Moderna yang #KAMUHARUSTAU!

Senin, 12 Juli 2021 15:34 WIB 12 Juli 2021, 15:34 WIB

INDOZONE.ID - Terdapat sebanyak 3 juta dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat telah tiba di Indonesia dan nantinya akan digunakan untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi COVID-19 dan turunkan tingkat kematian. Vaksin Moderna yang dikenal dengan mRNA-1273 telah digunakan di 45 negara di dunia untuk melatih sistem kekebalan tubuh melawan COVID-19. 

Vaksin Moderna sendiri berfungsi memberikan informasi genetik pada tubuh untuk menghasilkan protein virus atau bakteri. Protein ini dapat memicu respon imun dan produksi antibodi spesifik untuk mempersiapkan tubuh melawan infeksi apabila terjangkit dengan COVID-19. 

Pihak FDA atau dikenal Administrasi Obat dan Makanan Amerika Serikat mengungkapkan sejumlah efek samping yang bisa terjadi pada penerima vaksin Moderna. Uji klinis sendiri menemukan efek samping yang terjadi setelah dosis kedua dan berlangsung untuk 2-3 hari. Berikut efek samping yang bisa diderita penerima vaksin COVID-19 Moderna. 

  • Kelelahan (70 persen)
  • Sakit kepala (64,7 persen)
  • Nyeri otot (61,5 persen)
  • Nyeri sendi (46,4 persen)
  • Menggigil (45,4 persen)
  • Mual dan muntah (23 persen
  • Demam (15,5 persen)

Terdapat laporan lain yang digambarkan oleh orang yang sudah divaksin 7-10 hari setelah menerima dosis pertama, mengatakan vaksin ini tidak berbahaya dan penyembuhan efek samping terjadi dengan cepat. Dari 7,58 juta dosis vaksin yang diberikan, sekitar 19 laporan terjadi anafilaksis. 

Ini merupakan reaksi gejala alergi yang parah, juga menjadi salah satu efek samping yang jarang terjadi. Vaksin Moderna sendiri mengandung bahan yang disebut dengan PEG, memicu terjadi reaksi alergi. Untuk saat ini, masih belum jelas apakah PEG adalah penyebab reaski alergi yang dilaporkan atau konsentrasi PEG dalam vaksin yang cukup menimbulkan reaksi. 

Alergi PEG sendiri sangat jarang terjadi. Bredasarkan keterangan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit , orang yang miliki riwayat terhadap PEG dilarang melakukan vaksinasi dengan Moderna.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US