The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pantangan Melangkahi Orang yang Tidur: Antara Sopan Santun dan Mitos Berutang Darah
Ilustrasi tidur (Pixabay)
Fakta Dan Mitos

Pantangan Melangkahi Orang yang Tidur: Antara Sopan Santun dan Mitos Berutang Darah

Sabtu, 05 Februari 2022 14:43 WIB 05 Februari 2022, 14:43 WIB

INDOZONE.ID - Sedari kecil kita sudah terbiasa hidup dengan mitos serta pantangan yang beredar dan berkembang di tengah masyarakat. Pantangan-pantangan yang ada itu rata-rata meminta kita untuk tidak melakukan kesalahan.

Salah satu pantangan yang hingga saat ini masih diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah melangkahi badan seseorang yang sedang tidur di atas lantai.

Diketahui, pantangan tersebut bermula dari kebiasan masyarakat Jawa dari zaman dahulu. Pantangan tersebu terus diwariskan hingga berkembang sampai saat ini.

Soal sopan santun

Masyarakat Jawa sangat menjunjung tinggi sopan santun dan saling menghormati sesama maupun kepada orang yang lebih tua.

Dilansir berbagai informasi, pantangan melangkahi badan seseorang yang sedang tidur di lantai itu berawal dari kebiasaan masyarakat di Jawa.

Perbuatan melangkahi badan seseorang yang sedang tidur di atas lantai dianggap sebagai perbuatan yang sangat tidak sopan. Dengan melangkahi badan, berarti itu sama saja menghina dan merendahkan orang yang dilangkahi.

Berawal dari situ, muncul pantangan yang melarang untuk melangkahi badan seseorang yang sedang tidur di lantai.

Mitos berutang darah

Selain berkaitan dengan sopan santun, masyarakat Jawa meyakini bahwa melangkahi badan seseorang yang sedang tidur sama saja berutang darah dengan orang yang dilangkahi.

Hal itu bukan tanpa alasan, sebab melangkahi badan orang yang sedang tidur berarti sama saja dengan menghina dan merendahkan orang tersebut.

Jika melanggar pantangan tersebut, maka akan diganjar hukuman dengan memberikan apapun kepada orang yang dilangkahi, termasuk memberikan darah.

Oleh karena itu, muncul pantangan melangkahi orang yang tidur karena sama saja dengan berutang darah.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Nanda
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Nanda

Nanda

Writer
JOIN US
JOIN US