The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tradisi Makan 'Mi Panjang Umur' di Singkawang saat Imlek, Dari Mana Asal Usulnya?
Produksi Mi Panjang Umur khas Singkawang (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
Fakta Dan Mitos

Tradisi Makan 'Mi Panjang Umur' di Singkawang saat Imlek, Dari Mana Asal Usulnya?

Selasa, 01 Februari 2022 10:37 WIB 01 Februari 2022, 10:37 WIB

INDOZONE.ID - Kebudayaan Tionghoa di Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) sangatlah kental. Tidak heran jika perayaan tahun baru Imlek hingga Cap Go Meh dirayakan dengan sangat meriah.

Masyarakat Tionghoa di Singkawang memiliki beberapa tradisi unik yang beda dari masyarakat Tionghoa lainnya di Tanah Air saat merayakan Imlek. Mulai dari tradisi tatung hingga menyantap hidangan mi yang disebut mi panjang umur.

Sejak lama, mi panjang umur menjadi salah satu hidangan utama yang tak boleh dilewatkan masyarakat Tionghoa di Singkawang saat merayakan Imlek. Biasanya, hidangan tersebut dimakan sehari sebelum Imlek.

Pengharapan umur panjang

mi panjang umur
Produksi mi panjang umur di Singkawang (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, mi merupakan perlambangan dan pengharapan dari umur yang panjang. Oleh karena itu, mengapa hidangan mi selalu tersedia saat perayaan tahun baru Imlek.

Sementara itu, kemunculan mi panjang umur berawal dari pabrik yang bernama Pasar Utama Singkawang yang pertama kali membuat mi tersebut. Bisa dibilang, mi panjang umur hanya ada di Singkawang dan pabrik pembuatannya juga hanya ada satu.

Sebenarnya, mi tersebut memiliki nama Mi Asin Singkawang, namun masyarakat setempat terbiasa menyebutnya dengan 'mi panjang umur' karena bentuknya yang memang sangat panjang. Selain itu, terdapat juga filosofi dan pengharapan di balik mi tersebut.

Masyarakat Tionghoa memiliki cara tersendiri saat menyantap hidangan mi panjang umur, hingga cara tersebut menjadi tradisi dan selalu diterapkan saat perayaan Imlek.

Diletakkan di wadah

Sebelum menyantap mi panjang umur, pastikan keluarga besar sudah berkumpul di atas meja makan. Lalu, mi panjang umur yang telah dimasak diletakkan di atas wadah berukuran besar.

Setiap anggota keluarga harus sudah memegang sumpitnya masing-masing. Setelah itu, mi panjang umur diacak-acak bersama-sama sembari mengucapkan doa-doa panjang umur seperti dari wujud mi panjang umur tersebut yang diketahu memiliki panjang dua meter.

Setelah mi diacak-acak, barulah mi tersebut disantap secara bersama-sama.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Nanda
M Fadli

M Fadli

Editor
Nanda

Nanda

Writer
JOIN US
JOIN US