The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenal NVX-CoV2373, Suntikan Vaksin Buatan Novavax yang Diklaim 90% Lebih Efektif
Suntikan vaksin COVID-19 buatan Novavax. (photo/REUTERS/Dado Ruvic)
Fakta Dan Mitos

Mengenal NVX-CoV2373, Suntikan Vaksin Buatan Novavax yang Diklaim 90% Lebih Efektif

Selasa, 15 Juni 2021 15:01 WIB 15 Juni 2021, 15:01 WIB

INDOZONE.ID - Suntikan Novavax COVID-19 diklaim 90 persen lebih efektif, termasuk pada COVID-19, ungkap pembuat vakin pada Senin usai studi AS dalam skala yang besar. 

"Suntikan menunjukkan perlindungan 100 persen terhadap penyakit sedang dan berat, kemanjuran 90,4 persen secara keseluruhan," ungkap perusahaan.

"Penelitian ini mendaftarkan 29.960 peserta di 119 lokasi di AS dan Meksiko untuk mengevaluasi kemanjuran, keamanan, dan imunogenisitas." lanjut mereka. 

Perusahaan yang bermarkas di Maryland itu mengatakan akan mengajukan persetujuan regulasi di kuartal ketiga 2021. Setelah itu, akan dibuat 100 juta dosis per bulan pada akhir kuartal ke-3 dan 150 juta dosis per bulan pada akhir tahun. Melihat hal itu, Presiden dan Kepala Eksekutif Novavax yaitu Stanley C. Erck memberikan komentarnya.

“Hari ini, Novavax selangkah lebih dekat untuk mengatasi kebutuhan kesehatan masyarakat global yang kritis dan terus-menerus akan vaksin COVID-19 tambahan", ungkapnya.

"Novavax terus bekerja dengan rasa urgensi untuk menyelesaikan pengajuan peraturan kami dan mengirimkan vaksin ini, dibangun di atas platform yang dipahami dengan baik dan terbukti, ke dunia yang masih sangat membutuhkan vaksin."
jelasnya. 

Tidak seperti dengan beberapa vaksin saingan, suntikan vaksin buatan Novavax yang dikenal sebagai NVX-CoV2373, tidaklah harus disimpan pada suhu yang sangat rendah. Perusahaan pun berkata bahwa vaksin itu disimpan dan stabil pada suhu 2 hingga 8 derajat Celcius, mungkin penggunaan saluran rantai pasokan vaksin yang ada untuk distribusinya. 

Setidaknya secara teori, ini berarti suntikan harus lebih mudah untuk diangkut dan diberikan di negara-negara dengan adanya infrastruktur kesehatan yang kurang berkembang.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US