The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Negara Bagian Lain di Australia Keberatan pada Pernyataan NSW Soal Prioritas Vaksinasi!
Vaksinasi di Australia. (photo/Dok. REUTERS)
Fakta Dan Mitos

Negara Bagian Lain di Australia Keberatan pada Pernyataan NSW Soal Prioritas Vaksinasi!

Senin, 26 Juli 2021 13:41 WIB 26 Juli 2021, 13:41 WIB

INDOZONE.ID - Negara bagian New South Wales yang terbesar di Australia pada 23 Juli 2021 telah mendesak pemerintah federal untuk alihkan dosis vaksin ke Sydney, pusat penyebaran COVID-19, timbulkan keberatan dari negara bagian lain yang sangat membutuhkan perlindungan dari COVID-19 itu. 

Wabah di Sydney sendiri dilaporkan membengkak jadi hampir 1.800 kasus sejak pertengahan Juni dan Perdana Menteri NSW yaitu Gladys Berejiklian mengatakan situasi itu sebagai "darurat nasional". Melihat hal itu, dia memberikan komentarnya. 

"Kami tahu bahwa di beberapa tempat di sekitar Australia ada sangat sedikit kasus atau nol kasus," ungkap Berejiklian dalam jumpa pers yang disiarkan televisi pada hari Jumat.

"Kami perlu mendapatkan setidaknya suntikan pertama untuk sebanyak mungkin orang di komunitas yang terkena dampak, dan itulah mengapa kami meminta fokus ulang strategi vaksinasi nasional." lanjutnya. 

Hanya sekitar 15% dari populasi orang dewasa Australia yang divaksinasi sepenuhnya, sebagian karena saran kesehatan mengenai kasus pembekuan darah yang jarang terjadi antara beberapa penerima vaksin AstraZeneca. Tetapi, komentar dari Berejiklian dilaporkan tidak cocok dengan negara bagian lain yang tidak mau menyisihkan dosis vaksin Pfizer. 

"Kita harus sangat berhati-hati saat berdiskusi tentang siapa yang kita prioritaskan," ungkap Perdana Menteri Victoria Dan Andrews.

Victoria yang dilockdown hingga Selasa depan, telah laporkan 14 kasus pada hari Jumat, sebagian besar di Melbourne. Masalah itu nantinya akan dibahas pada rapat kabinet nasional pada hari Jumat. Di sis lain, Perdana Menteri Scott Morrison berkata dia akan pergi ke tempat pemungutan suara pada paruh pertama tahun depan, tetapi peringkat persetujuannya turun menjadi 51%, level terendah dalam lebih dari setahun, menurut sebuah jajak pendapat yang diterbitkan minggu ini.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US