The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bikin Cengang, Masyarakat Greenland Lebih Memilih Masuk Neraka Ketimbang Surga
Masyarakat Greenland zaman dahulu. (hoogeduinpostcards)
Fakta Dan Mitos

Bikin Cengang, Masyarakat Greenland Lebih Memilih Masuk Neraka Ketimbang Surga

Kenapa ya?

Jumat, 28 Januari 2022 20:40 WIB 28 Januari 2022, 20:40 WIB

INDOZONE.ID - Semua orang tentu mengetahui bahwa kehidupan abadi bukanlah di dunia melainkan setelah kematian yakni berada di surga. Setiap agama pun meyakini bahwa semua orang akan masuk surga jika mereka melakukan kebaikan, dan sebaliknya akan menerima ganjaran berupa neraka jika tidak mengikuti syariat-syariat agama.

Namun, apa jadinya jika ada masyarakat luas yang justru memilih ingin masuk neraka pada kehidupan abadi mereka? Hal ini pernah terjadi pada masyarakat Greenland yang menolak untuk masuk surga.

Dikutip History, pada abad ke-15 rombongan misionaris dari Eropa menjejaki kaki mereka di wilayah Greenland. Sebagai misionaris tentu memiliki tugas untuk menyebarkan agama Kristen pada wilayah mereka singgah atau jajah.

Baca Juga: Hujan yang Turun di Puncak Tertinggi Greenland untuk Pertama Kalinya dalam Catatan!


Para misionaris tersebut lantas menyebarkan agama Kristen kepada penduduk Greenlang yang saat itu menganut kepercayaan lokal mereka. Para misionaris bertekad bahwa penduduk Greenland pada saat itu murni masih menganut kepercayaan setempat, dalam arti belum ada agama yang mempengaruhi dan menyebarkan ajaran di wilayah tersebut.

Dengan semangat yang tinggi para misionaris pun menggunakan iming-iming yang biasa mereka gunakan dalam menyebarkan agama Kristen.

"Masuklah Kristen dan kalian akan masuk surga. Namun jika tidak, kalian akan dimasukkan ke dalam neraka untuk selamanya," kata para misionaris.

Karena merasa penasaran, masyarakat Greenland pun mempertanyakan kondisi neraka kepada para misionaris. Misionaris pun menjelaskan bahwa neraka adalah tempat yang panas dan paling panas sepanjang masa.

Penyebaran agama di Greenland
Gereja Denmark di Greenland. (Oikumene.org)

Mendengar jawaban itu, masyarakat Greenland pun langsung mengamati tundra Artik yang menjadi tempat tinggal mereka dan menjawab dengan mudahnya bahwa mereka memilih neraka.

"Kami memilih neraka, terima kasih," jawab masyarakat Greenland yang membuat misionaris tercengang.

Bukan tanpa sebab, melihat reaksi pertama masyarakat Greenland mereka tampaknya khawatir dan sangat ingin merasakan panas. Sebab kawasan Greenland pada saat itu tak pernah merasakan panas, bahkan saat dunia sedang mengalami musim panas kawasan tersebut tak lebih dari 10 derajat celcius.

Hingga pada akhirnya, ajaran Kristen mampu diterima oleh masyarakat Greenland pada abad ke-18. Greenland yang pada saat itu dijajah oleh Denmark, menjadi cikal bakal pendirian Gereja Denmark yang diterima oleh masyarakat yang merupakan imigran di pemukinam Nordik.

TAG
Fahrizal Daulay
Abdul Fattah
JOIN US
JOIN US