The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Peneliti Temukan Kandungan Besi dan Tembaga pada Otak Penderita Alzheimer
Ilustrasi otak. (photo/Ilustrasi/Pexels/MART PRODUCTION)
Fakta Dan Mitos

Peneliti Temukan Kandungan Besi dan Tembaga pada Otak Penderita Alzheimer

Senin, 14 Juni 2021 14:53 WIB 14 Juni 2021, 14:53 WIB

INDOZONE.ID - Setiap potongan besi di dalam tubuh manusia jika disisihkan, mungkin kamu akan cukup untuk membuat satu atau dua paku. Terdapat juga zat tembaga, yang cukup dipakai untuk membuat anting-anting kecil jika diekstrak dalam tubuh. 

Meski langka, kedua logam ini diperlukan untuk kelangsungan hidup kita, memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan metabolisme manusia. Tetapi, satu tempat yang tidak diduga adalah berkumpul di dalam sel-sel otak. Tetapi, bagi orang dengan gangguan neurodegeneratif penyakit Alzheimer, sesuatu tampkanya mengubah elemen-elemen ini menjadi batangan mikroskopis. 

Sebuah tim peneliti dari AS dan Inggris dilaporkan telah melihat kandungan tembaga dan besi dalam bentuk unsur merak dengan menggunakan bentuk mikroskopi sinar-X pada sampel plak saraf yang diambil dari lobus frontal dan temporal pasien Alzheimer. 

Plak merupakan ciri khas dari bentuk demensia khusus ini, yang terdiri dari protein yang dipecah menjadi apa yang dikenal dengan beta-amiloid. Tetapi, terapi yang berfokus pada pembersihan gumpalan beta-amyloid dari otak belum membawa kita lebih dekat ke pengobatan untuk Alzheimer, timbulkan pertanyaan untuk para peneliti. 

Penelitian yang sedang berlangsung ini terus bangun gambaran seputar biologi yang dapat bertanggung jawab atas plak, dengan para peneliti melihat formasi dan rasa kehancurannya dari setiap sudut. Salah satu sudut yang belum sepenuhnya dieksplorasi adalah efek toksik dari biomineralisasi, atau akumulasi mineral seperti hematit di sel otak. 

Mereka tidak hanya melihat akumulasi besi dan tembaga, tapi logam ini berada dalam bentuk unsur, pada dasarnya membentuk endapan kecil yang terkubur jaugh di dalam plak amiloid. Terlebih lagi, tim dapat memberi tahu beberapa hal mengenai kemampuan logam untuk bereaksi dengan zat lain.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US