The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Urin Astronot, Cairan Berharga di Luar Angkasa untuk Bahan Bangunan
Ilustrasi urin astronot di Bulan. (Wired/Elena Lacey)
Fakta Dan Mitos

Urin Astronot, Cairan Berharga di Luar Angkasa untuk Bahan Bangunan

Jumat, 11 September 2020 16:00 WIB 11 September 2020, 16:00 WIB

INDOZONE.ID - Bagi para astronot yang terbang ke Bulan, mengangkut semua yang dibutuhkan dari Bumi akan memakan biaya yang sangat tinggi. Sebab itu mereka harus berkreasi dengan sumber daya terbatas yang ada di permukaan Bulan. 

Termasuk menggunakan urin sebagai sumber daya penelitian mereka. 

Menurut penelitian Eropa, urea merupakan senyawa paling umum kedua dalam urin manusia setelah air. 

Senyawa di dalam urin ini dapat dicampur dengan tanah bulan dan digunakan untuk bahan konstruksi. 

Material yang dihasilkan adalah geopolimer, yang sifatnya mirip dengan beton dan kemungkinan besar dapat digunakan untuk membangun zona pendaratan dan struktur lainya di Bulan.

Di Bumi, geopolimer sering kali menggunakan fly ash, produk limbah batu bara yang dicampur air, dan beberapa senyawa lain untuk membuat bahan pengganti beton.

Peneliti menguji kemungkinan bahan bangunan bulan dengan urea
Peneliti menguji bahan bangunan bulan dengan urea . (esa.int)

Karena air sangat berharga di Bulan. Jadi untuk penelitian menghasilkan geopolimer ini mereka harus mengurangi jumlah air yang dibutuhkan. 

Alih-alih menyaring urin astronot dan mendaur ulangnya menjadi limbah, urin dapat disimpan di dalam tangki dan menghasilkan urea. 

Bulan tidak memiliki atmosfer atau medan magnet yang kuat untuk menangkis radiasi dari matahari, yang berarti astronot memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker saat berada di permukaan bulan. 

Jika geopolimer telah digunakan untuk menyimpan limbah nuklir di Bumi, maka di Bulan ia dapat melindungi astronot.

Selain itu, urin astronot yang telah di daur ulang juga bermanfaat menjadi bahan baku pupuk untuk menanam sayuran di luar angkasa. 

Di Bulan yang tandus, setiap tetes cairan sangat berharga. Baik digunakan sebagai bahan bangunan maupun pupuk, air seni ternyata menjadi sangat berharga ketika manusia keluar dari Bumi. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Reka
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Reka

Reka

Writer
JOIN US
JOIN US