Kampanye Empat Hama, Pembasmian Burung Gereja dan Hama Lain di Tiongkok
Ilustrasi burung gereja. (hbw.com)
Fakta Dan Mitos

Kampanye Empat Hama, Pembasmian Burung Gereja dan Hama Lain di Tiongkok

Pembasmian Kejam Burung Gereja yang Berakhir Malang

Rabu, 08 April 2020 12:00 WIB 08 April 2020, 12:00 WIB

INDOZONE.ID - Di masa lalu ketika rezim komunis menguasai Tiongkok di bawah kepemimpinan Mao Zedong, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang coba dikembangkan pemerintah Tiongkok. 

Salah satu program untuk mencapai sektor tersebut adalah dengan merancang kampanye empat hama. 

Kampanye ini dilakukan pada tahun 1958 karena pemerintah Tiongkok menyalahkan binatang menjadi sumber penyakit dan menghambat kemajuan jalannya pembangunan. 

Keempat hama tersebut adalah nyamuk, lalat, tikus, dan burung gereja.

Yang menyedihkan adalah banyak burung gereja yang dibasmi karena dianggap mengganggu sektor pertanian. 

Burung ini dikatakan kerap memakan buah-buahan dan biji gandum. Berbagai cara pun dilakukan untuk membasmi burung gereja seperti ditembak, memasang perangkap, hingga menghancurkan rumah, telur dan anak-anaknya. 

Kampanye ini dianggap berhasil karena diperkirakan setidaknya ada satu juta burung gereja yang dibunuh. 

Namun tanpa mereka setelah keberhasilan itu, terdapat masalah yang sedang menanti. 

Buah dan biji-bijian bukanlah satu-satunya makanan burung gereja, masih ada serangga seperti belalang yang juga menjadi mangsanya. 

Akibatnya, populasi burung gereja yang berkurang menyebabkan melonjaknya hama serangga yang bebas menyerang lahan pertanian.

Di tahun 1960-an, sektor pertanian Tiongkok mengalami kesulitan hingga terjadinya bencana kelaparan. 

Artikel Menarik Lainnya :

TAG
Zal
Reka
Zal

Zal

Editor
Reka

Reka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US