The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sempat Dipercaya sebagai Nama Senjata Ajaib, Ternyata 'Excalibur' Cuma Nama Cacing
Penemuan bangkai Cacing Excalibur. (University of Missouri)
Fakta Dan Mitos

Sempat Dipercaya sebagai Nama Senjata Ajaib, Ternyata 'Excalibur' Cuma Nama Cacing

Selasa, 07 Desember 2021 18:38 WIB 07 Desember 2021, 18:38 WIB

INDOZONE.ID - Dalam legenda Inggris kuno, Raja Arthur yang memimpin Inggris pada abad ke-5 hingga ke-6 Masehi memiliki senjata yang bernama Excalibur. Excalibur adalah pedang ajaib yang digunakan untuk melindungi kerajaan dari serangan musuh.

Hingga kini, legenda pedang ajaib itu tersebut masih dipercayai oleh beberapa orang Inggris. Namun, mereka mengatakan bahwa pedang itu dipastikan kini telah menjadi cacing prasejarah yang bisa dihancurkan dengan jari.

Baca Juga: Legenda Pedang Galgano yang Mirip Excalibur Kebanggaan Raja Arthur

Dilansir Livescience, penemuan Lepidocoleus Caliburnus diduga sebagai asal-usul nama dari senjata ajaib Raja Arthur tersebut. Memiliki ukuran yang hanya sepersekian inci, cacing yang berubah dari wujud senjata mitologi ini tidak begitu menyeramkan seperti yang dibayangkan.  

Sebuah studi baru di jurnal Papers in Palaeontology mengungkap setidaknya terlihat bagian dari ksatria yang terbuat dari armor kokoh dan ditutupi lempengan kristal kalsit yang membentang di sepanjang tubuh makhluk itu.

Ini menunjukkan bentuk yang unik dari spesies ini yang kemudian di adaptasi oleh legenda Jepang sebagai Shuriken. L. caliburnus hidup sekitar 400 juta tahun yang lalu, selama periode Devonian, di tempat yang sekarang dikenal dengan nama Australia.

Excalibur adalah sebuah cacing
Penemuan L.Caliburnus. (University of Missouri)

Kedua cacing itu hidup di terumbu karang di perairan dangkal Australia. Cacing ini memakan sampah organik dan menggunakan pelat pelindung mereka untuk mempertahankan hidup dari pemangsa.

Para peneliti menemukan bahwa cacing memiliki dua sistem pelindung yang tumpang tindih dimana satu berjalan di sepanjang kerangka masing-masing cacing, dan yang lainnya menutupi kedua sisi makhluk tersebut.

Cacing ini pun akhirnya mengalami kepunahan massal yang terjadi pada akhir periode Devon dengan memusnahkan 75% kehidupan di bumi pada 365 juta tahun yang lalu.

Kini, setelah lama menghilang kerangka Excalibur dan Shuriken dapat terpecahkan bahwa itu hanyalah kisah mitologi.

TAG
Fahrizal Daulay
Abdul Fattah
JOIN US
JOIN US