The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bukan Emas Permata, Kain Bakal Baju Jadi Benda yang Paling Berharga bagi Orang Romawi Kuno
Iluatrasi baju Romawi kuno. (Twitter/Ancient of Greek)
Fakta Dan Mitos

Bukan Emas Permata, Kain Bakal Baju Jadi Benda yang Paling Berharga bagi Orang Romawi Kuno

Rabu, 26 Oktober 2022 10:36 WIB 26 Oktober 2022, 10:36 WIB

INDOZONE.ID - Bagi Orang Romawi kuno hal yang menjadi paling berharga bukanlah emas permata melainkan kain yang bakal dijadikan baju atau pakaian sehari-hari. 

Meski fashion di Romawi kuno bukanlah hal yang berkembang pesat, namun industri ini menjadikan kain sebagai benda termahal yang sulit didapatkan semua orang. 

Baca Juga: Gemas Naura Ayu Tampil All White Model Rambut Belah Tengah: Kenapa Bisa Cakep Banget

Dikutip dari Ancient of Greek, indikator kekayaan orang Romawi digambarkan dari kepemilikan kain yang bakal dijadikan pakaian sehari-hari bagi masyarakat. 

Bahkan bukan untuk wanita, kaum pria sangat menjadikan kain sebagai perhiasan dan tanda kasta mereka. Apabila mereka menggunakan pakaian yang terbuat dari kain yang sangat bagus, menjadi pertanda bahwa mereka bukanlah rakyat biasa. 

Kain yang paling umum digunakan oleh masyarakat Romawi ialah kain wol, linen, dan juga sutra. Sementara untuk sendal dan sepatu orang Romawi menggunakan bahan kulit dan khusus diperuntukkan bagi pakaian militer. 

Penggunaan kain pun masih alami, dalam arti tidak memiliki pewarnaan yang khusus. Hal ini lantaran proses pencelupan sangatlah mahal sehingga bisa digambarkan bahwa orang yang memakai pakaian berwarna adalah orang kaya di Romawi. 

Warna pakaian orang kaya biasanya memiliki warna ungu yang berasal dari ekstrak siput laut yang dihancurkan. Warna ungu ini menjadi warna yang dikait-kaitkan dengan kaisar lantaran hanya kaisar yang boleh menggunakan toga berwarna ungu pekat. 

Baca Juga: Puluhan Ribu Tentara Romawi Hilang usai Perang Carrhae, Jadi Misteri hingga Kini

Toga pada dasarnya adalah sepotong kain terbungkus dengan bentuk setengah lingkaran. Pada abad ke-1 M diperkirakan berukuran 5,5 x 2,75 meter. 

Toga tidak memiliki pengikat dan sebagian besar kain dipegang di lekukan lengan. Pada kenyataannya, toga pasti sangat merepotkan untuk dipakai. Inilah mengapa pakaian tersebut hanya digunakan dan diperuntukkan untuk acara-acara tertentu.

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
Fahrizal Daulay
Abdul Fattah
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US