The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sedotan Raksasa Zaman Kuno Usia 5.000 Tahun Ditemukan, Ternyata Dipakai Buat Minum Bir
Sedotan raksasa dipakai pada zaman kuno untuk meminum bir. (Foto/CNN)
Fakta Dan Mitos

Sedotan Raksasa Zaman Kuno Usia 5.000 Tahun Ditemukan, Ternyata Dipakai Buat Minum Bir

Jumat, 21 Januari 2022 22:25 WIB 21 Januari 2022, 22:25 WIB

INDOZONE.ID - Ini mungkin bisa jadi bukti tertua dari penemuan bersejarah yang masih ada di dunia tentang pelepas dahaga yang sangat besar.

Stik misterius yang ditemukan di gundukan pemakaman kuno sebenarnya bisa menjadi sedotan raksasa, dan alat ini digunakan untuk mengonsumsi bir dalam jumlah besar.

Sedotan emas dan perak, masing-masing berukuran panjang sekitar 3,6 kaki (1,1 meter), berusia lebih dari 5.000 tahun.

Sementara sedotan ini terdengar aneh karena bentuknya yang panjang, dengan berbagai proporsi.

Seperti yang dilansir CNN, para peneliti percaya bahwa sedotan ini digunakan untuk minum bir dari bejana komunal selama perjamuan untuk menghormati orang mati.

Sedotan raksasa. (Foto/CNN)
Sedotan raksasa. (Foto/CNN)

Sedotan mewah ditemukan, empat di antaranya dihiasi dengan patung banteng, termasuk potongan logam yang ditusuk untuk menyaring kotoran dalam bir, seperti sedimen atau sekam.

Sedotan, bersama dengan salah satu wadah bir, ditemukan di Maikop kurgan, sebuah gundukan pemakaman prasejarah di Kaukasus utara di Rusia.

Diperkirakan bejana untuk minum itu begitu besar sehingga memungkinkan masing-masing dari delapan orang bisa minum untuk masing-masing mereka sampai tujuh liter bir.

Penemuan besar

Gundukan itu pertama kali digali oleh arkeolog Nikolai Veselovsky, seorang profesor di Universitas St. Petersburg, pada musim panas 1897.

Di dalam gundukan itu, Veselovsky menemukan kuburan milik anggota elit masyarakat Zaman Perunggu, termasuk sisa-sisa tiga orang dan ratusan objek makam khusus.

Di dalam ruang pemakaman terbesar adalah sisa-sisa satu individu yang mengenakan apa yang dulunya adalah "pakaian yang dihias dengan mewah".

Sedotan dihiasi dengan karakter hewan. (Foto/CNN)
Sedotan dihiasi dengan karakter hewan. (Foto/CNN)

Ratusan manik-manik, batu semimulia, emas, bejana keramik, cangkir logam yang terbuat dari logam mulia, senjata, dan peralatan dimasukkan ke dalam kuburan.

Dan kemudian, ada satu set delapan tabung emas dan perak di sebelah kanan kerangka itu.

Veselovsky menganggap mereka tongkat dekoratif dan lubang di ujung masing-masing pernah digunakan untuk melampirkan ornamen atau bulu kuda.

Pada musim gugur 1898, Veselovsky memindahkan semua material dari gundukan itu ke Museum Hermitage di St. Petersburg, mempersembahkan koleksi tersebut kepada Tsar Nicholas II dan keluarga Romanov selama pameran khusus.

Sedotan raksasa dipakai pada zaman kuno untuk meminum bir bersama. (Foto/CNN)
Sedotan raksasa dipakai pada zaman kuno untuk meminum bir bersama. (Foto/CNN)

Selama abad terakhir, peneliti lain telah memperdebatkan tujuan sebenarnya dari "tongkat kerajaan".

Seseorang menyebutkan bahwa sedotan itu merupakan bagian dari struktur untuk kanopi lipat yang digunakan selama prosesi pemakaman untuk orang yang berada di ruang pemakaman.

Pemikiran lain mengatakan bahwa itu mungkin batang simbolis yang digunakan untuk mewakili poros panah, mengingat bahwa mata panah ditemukan dari gundukan.

Minum bersama

Viktor Trifonov, seorang arkeolog dari Institut Sejarah Kebudayaan Material Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, dan rekan-rekannya mematahkan semua teori sebelumnya.

Pasalnya alat itu memiliki rongga sehingga menguatkan kalau itu merupakan sedotan zaman kuno.

Jumlah tabung dan posisinya di sebelah kanan kerangka juga menunjukkan bahwa itu adalah sesuatu yang lain.

"Titik baliknya adalah penemuan butiran pati jelai dalam residu dari permukaan bagian dalam salah satu sedotan. Ini memberikan bukti material langsung bahwa tabung dari kurgan Maikop digunakan untuk minum," kata Trifonov, penulis utama studi, dalam sebuah pernyataan.

Trifonov dan rekan penelitinya menerbitkan temuan mereka Selasa di jurnal Antiquity.

Meskipun mereka tidak dapat memastikan bahwa residu jelai dalam jerami telah difermentasi, ada bukti lain sebelumnya yang menunjukkan bahwa para peneliti memiliki bukti yang kuat.

Mereka sudah pada di jalur yang benar yakni seni.

Bukti tertua penggunaan sedotan sebenarnya digambarkan dalam seni dari Iran dan Irak yang berasal dari milenium kelima dan keempat SM, menunjukkan orang-orang menggunakan sedotan untuk minum dari bejana komunal.

Mereka menggunakan sedotan panjang untuk minum bir bersama, juga umum dilakukan oleh bangsa Sumeria, peradaban awal Mesopotamia dari milenium ketiga sebelum masehi.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US