Skincare Tak Cocok, Kapan Harus Menghentikan Pemakaian?
Ilustrasi jerawat. (Timesofindia)
Beauty

Skincare Tak Cocok, Kapan Harus Menghentikan Pemakaian?

Ini tandanya.

Rabu, 15 Januari 2020 15:28 WIB 15 Januari 2020, 15:28 WIB

INDOZONE.ID - Produk skincare tidak selalu cocok di kulit wajah banyak orang. Teman kamu cocok pakai produk A, belum tentu produk itu cocok di kamu.

Semua itu tergantung pada jenis kulit dan bahan yang terkandung di dalam skincare tersebut. Tapi untuk tahu cocok atau tidak, mau tak mau kamu harus mencobanya lebih dulu atau istilahnya trial and error.

Lalu kapan kamu harus menghentikan pemakaian produk skincare yang berpotensi merusak kulit wajah? YSL Beauty Product Manager, Venesia Rizani menyarankan untuk menghentikan pemakaian apabila muncul reaksi yang membuat kulit terasa perih.

Skincare Tak Cocok, Kapan Harus Menghentikan Pemakaian?
Ilustrasi jerawat. (Insider)

"Biasanya kalau muncul merah-merah atau terasa perih dan keras, itu saatnya menghentikan pemakaian produk. Bisa juga dengan konsultasi dulu dengan skincare expert," jelas Venesia kepada Indozone, Rabu (15/1/2020).

Pada penggunaan skincare, trial and error adalah hal yang biasa. Berbeda dengan produk makeup yang permasalahannya seputar warna, produk skincare harus lebih diperhatikan karena menyangkut kesehatan kulit.

"Coba-coba untuk skincare lebih dibutuhkan dibanding makeup. Aku merekomendasikan untuk mencoba skincare lebih dulu," lanjutnya.

Skincare Tak Cocok, Kapan Harus Menghentikan Pemakaian?
Ilustrasi skincare (INDOZONE/Utami Evi Riyani)

Membeli skincare terkadang juga dipengaruhi oleh para beauty influencer. Namun menurut Venesia, untuk urusan skincare banyak juga yang mencari tahu lewat review para pengguna secara online.

"Kalau soal skincare mereka cari info dari influencer, media online, dan review online yang makin lama makin banyak. Semua serba digital, kalau apa-apa google dulu. Banyak yang mencoba karena influencer tapi banyak juga dari online review," pungkas Venesia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Utami Evi Riyani
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US