The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

4 Mitos Vitamin C pada Skincare Ini, Gak Perlu Kamu Percaya!
Ilustrasi Vitamin C untuk Kulit. (Photo/Ilustrasi/Freepik)
Beauty

4 Mitos Vitamin C pada Skincare Ini, Gak Perlu Kamu Percaya!

Sabtu, 27 Februari 2021 12:09 WIB 27 Februari 2021, 12:09 WIB

INDOZONE.ID - Vitamin C merupakan salah satu bahan yang paling banyak digunakan dalam produk skincare. Hal ini dikarenakan vitamin C memang memiliki manfaat yang banyak bagi kulit.

Namun, seiring bermanfaatnya vitamin C pada skincare, membuat mitos-mitos akan vitamin C ini bertebaran di kalangan wanita. Padahal mitos-mitos tersebut tidaklah benar adanya. Berikut mitos-mitos vitamin C pada skincare yang tak perlu kamu percayai:


1. Semua vitamin C itu sama

Saat membeli skincare, di kemasan depannya mungkin hanya terbaca produk tersebut mengandung Vitamin C. Namun, jika diperhatikan lebih teliti lagi di daftar ingredient, bahan yang satu ini bisa disebut sebagai L-Ascorbic Acid (vitamin C murni) atau nama lain.

Bahan turunan tersebut biasanya mengandung aditif untuk membuatnya lebih stabil atau lebih mudah diserap.

Jadi jika kamu membeli skincare kamu harus melihat berapa persen kandungannya dan berapa tingkat pH dari formula keseluruhan. Salah satu bahan turunan vitamin C yang tidak akan teroksidasi dengan mudah dan cenderung tidak menyebabkan iritasi adalah ascorbyl tetraisopalmitate.

2. Vitamin C hanya boleh digunakan pada malam hari

Memakai vitamin C di pagi hari bisa bermanfaat sebagai antioksidan. Sementara memakai vitamin C pada malam hari bisa bermanfaat untuk pengencangan dan peremajaan kulit, karena vitamin C terbukti meningkatkan produksi kolagen.

Baca Juga: Selain Berfungsi Merawat Kulit, 4 Bahan Skincare Ini Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

Produk vitamin C juga memiliki tekstur yang berbeda-beda, mulai dari silky, tacky, creamy, hingga oily. Sesuai teksturnya, kamu juga bisa menyesuaikan mana yang ringan dipakai pagi hari atau malam hari.

3. Semakin tinggi persentase vitamin C, semakin baik

Secara alami, banyak orang yang beranggapan bahwa semakin tinggi konsentrasi vitamin C, maka semakin baik pula hasilnya. Penting untuk digarisbawahi bahwa pada konsentrasi sekitar 20%, kemanjuran mulai stabil. Ini berarti bahwa 30%, 40% dan 50% vitamin C murni tidak benar-benar meningkatkan manfaat produk.

4. Vitamin C berkurang manfaatnya seiring waktu

Kabarnya, toleransi dan ketahanan seseorang terhadap vitamin C bisa meningkat. Dengan kata lain, manfaatnya bisa berkurang seiring waktu karena kulit menjadi kebal terhadap vitamin C.

Cara seseorang membangun resistensi adalah ketika jumlah reseptor berkurang atau menjadi kurang sensitif terhadap bahan tersebut. Penelitian tidak menunjukkan hal ini terjadi pada vitamin C, dan penelitian juga tidak menunjukkan bahwa ada reseptor spesifik yang terlibat dalam bagaimana vitamin C digunakan oleh kulit manusia.

TAG
Putri
Abdul Fattah
Putri

Putri

Editor
JOIN US
JOIN US