The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kemenparekraf Ingin Ekonomi Syariah Berperan dalam Pengembangan Sektor Parekraf
Ilustrasi fesyen. (Dok. Kemenparekraf)
Beauty

Kemenparekraf Ingin Ekonomi Syariah Berperan dalam Pengembangan Sektor Parekraf

Tren global.

Rabu, 04 Agustus 2021 17:57 WIB 04 Agustus 2021, 17:57 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya mendukung pengembangan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ia menyebut, keuangan dan ekonomi syariah merupakan tren global yang memiliki potensi untuk berkembang dengan pesat di Indonesia.

"Saya lihat sendiri, ekonomi syariah ini market-nya besar, banyak ruang untuk berkembang," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan resmi yang diterima Indozone, Rabu (4/8/2021).

Ia pun mengajak peran aktif dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkualitas bersama. Serta mengembangkan pariwisata yang ramah muslim dan ramah keluarga.

"Wisata ramah muslim ini bukan berarti islamisasi destinasi wisata. Melainkan ini adalah suatu extended services (layanan tambahan) yang ramah untuk semua orang dan menjadi inovasi yang dapat menambah peluang usaha dan membuka lapangan kerja," katanya.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo menjelaskan, keuangan dan ekonomi syariah di era globalisasi berkembang pesat seiring dengan meningkatnya populasi masyarakat muslim dunia. Selain itu juga karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan kegiatan ekonomi perbankan yang halal dan dengan konsep "kebaikan yang universal dan humanis".

Fadjar mengatakan, pertumbuhan muslim friendly business ini juga terjadi di sektor ekonomi kreatif, terutama di sub sektor fesyen, kuliner, dan kriya.

“Maka jika kita berbicara tentang kuliner, fesyen, dan kriya, tidak mungkin tidak beririsan dengan produk-produk halal. Begitu pula dengan hotel dan biro perjalanan wisata,” kata Fadjar.

Untuk itu, lanjut Fadjar, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Kemenparekraf dan pihak-pihak terkait perlu memanfaatkan konten-konten media seperti buku, musik, film, games, dan aplikasi digital untuk memperluas publikasi dan sosialisasi dari brand keuangan dan ekonomi syariah.

“Digitalisasi ini memang sedang terjadi dan pandemi Covid-19 ini menjadi akselerator dari percepatan digital. Jadi kita perlu cara-cara kekinian untuk mensyiarkan dan mempublikasikan brand keuangan dan ekonomi syariah,” katanya.

BACA JUGA: Kemenparekraf Bakal Terus Buka Sentra Vaksinasi di Destinasi Wisata

Industri halal, kata Fadjar, memiliki kaitan yang sangat erat dengan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) yang tengah digaungkan oleh Kemenparekraf dan program lainnya.

“Kami punya Modest Fashion Funders Fund yang merupakan sebuah pitching forum yang mempertemukan startup-startup fesyen muslim dengan para investor. Kita juga punya program temu bisnis perbankan syariah dan kelas keuangan syariah,” ujar Fadjar.

Fadjar juga mengajak KNEKS untuk bersama-sama meningkatkan pengembangan brand keuangan dan ekonomi syariah, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Di sisi pariwisata, berdasarkan Global Muslim Travel Index 2021, Indonesia berada di peringkat keempat. Sebelumnya kita berada di peringkat satu, jadi ini jadi cambuk bagi kami di Kemenparekraf untuk kembali meningkatkan peringkat kita di Global Muslim Travel Index ini dan kami juga mohon dukungan dari KNEKS,” tandas Fadjar.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Utami Evi Riyani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US